Breaking News:

Polemik Tying Agreement dalam Rapid Test, KPPU IV Balikpapan Sebut tak Berlaku buat Ibu Hamil

Kondisi ibu hamil di tengah pandemi Virus Corona ( covid-19 ) sangat rawan. Mereka masuk dalam kelompok yang rentan tertular Virus Corona, termasuk ja

TRIBUNKALTIM.CO/MIFTAH AULIA ANGGRAINI
Ilustrasi warga Balikpapan melaksanakan rapid test. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Kondisi ibu hamil di tengah pandemi Virus Corona ( covid-19 ) sangat rawan. Mereka masuk dalam kelompok yang rentan tertular Virus Corona, termasuk janin dalam kandungannya.

Sebelumnya, kisruh tarif rapid test sempat menjadi perdebatan. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) IV Balikpapan pun turun melakukan penelitian terkait hal ini.

Di mana beberapa lembaga kesehatan, menerapkan tying agreement.

Tying agreement adalah perjanjian yang membuat persyaratan bahwa pihak yang menerima barang/atau jasa tertentu harus bersedia membeli barang dan atau/jasa lain dari dari pelaku usaha pemasok.

Singkatnya, pemeriksaan rapid test malah diikutkan dengan pemeriksaan kesehatan lain, yang mana hal itu menambah biaya pemeriksaan.

Baca juga: Warga Binaan Rutan Klas II A Samarinda Shalat Ied dan Potong 11 Sapi Kurban

Baca juga: Dapat Daging Kurban? Kumpulan Resep Berbagai Sate Kambing dan Daging Sapi Lengkap dengan Bumbunya

Namun bagaimana dengan rapid test untuk ibu hamil dan melahirkan, Ketua KPPU IV Balikpapan Mochammad Hendry Setyawan menyebut, rapid test yang mengikutkan pemeriksaan lain, bisa menjamin keselamatan sang anak.

Bahkan, menurutnya, ibu hamil bukan hanya wajib rapid test dengan pemeriksaan kesehatan lain, swab test menurutnya lebih meyakinkan.

"Untuk ibu hamil, menurut saya harusnya swab test, karena tenaga kesehatan dan rumah sakit juga cukup rentan," ujarnya, Jumat (31/7/2020).

Baca juga: Segera Ditarik dari Peredaran, Daftar Pecahan Uang Rupiah yang Tidak Lagi Berlaku Mulai Tahun Depan

Baca juga: Satu Lagi Aparat Kepolisian Gugur Akibat Covid-19, Kapolsek Kundur di Batam Kepri Meninggal Dunia

Ia menambahkan saat proses melahirkan, tentu ada kontak fisik. Swab test merupakan tolok ukur, bahwa pasien atau ibu yang akan melahirkan ini tidak terpapar Virus Corona.

"Tingkat akurasi rapid test cukup rendah sehingga menurut saya, swab test adalah solusi terbaik untuk ibu yang akan melahirkan. Sehingga untuk kasus ibu hamil, berbeda dengan polemik biaya rapid test mahal," ucapnya. (*) 

Penulis: Heriani AM
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved