Breaking News:

Program Belajar dari Rumah TVRI Dievaluasi Guru dan Orangtua, Ini Saran Wakil Ketua Komisi X DPR RI

Program pembelajaran dari Rumah TVRI terdapat beberapa eievaluasi dari guru dan orangtua siswa. Ini saran Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah.

TribunKaltim.co/HO DPR RI
Anggota DPR RI Komisi X daerah pemilihan Kalimantan Timur Hetifah Sjaifudian. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Sejak 13 April 2020, atas usulan Komisi X DPR RI program pembelajaran dari rumah melalui kanal TVRI telah dilaksanakan.

Beragam tanggapan positif telah didapatkan terkait program ini, yang dikatakan dapat menjembatani kesenjangan dengan menyediakan kontenkonten pembelajaran berkualitas bagi mereka yang belum terjangkau akses internet.

Meski demikian, dalam keberjalanannya terdapat beberapa evaluasi baik dari kalangan siswa, guru, dan orangtua murid terkait program tersebut, antara lain :

1. Materi tayangan yang belum sesuai dengan kurikulum
2. Singkatnya waktu penayangan program BDR dan sedikitnya cakupan materi
3. Tidak tersedianya tayangan ulang program BDR (hanya tersedia melalui platform
tertentu)
4. Terbatasnya materi yang hanya disiapkan untuk 3 bulan
Atas dasar evaluasi tersebut dan menimbang potensi yang dimiliki TVRI, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian memberikan rekomendasi sebagai berikut:

Kunci Jawaban Persamaan Eksponen, Belajar Dari Rumah TVRI Untuk SMA, Kamis 30 Juli 2020

Hetifah Sjaifudian Sayangkan Ketiadaan Menkominfo dalam Konpers Pembelajaran New Normal

Anggota DPR RI Hetifah Sjaifudian Libatkan Wakil Kaltim Beri Masukan Pendidikan ke Pemangku Nasional

1. Membuat Kanal TVRI Tambahan Khusus Pembelajaran. Selama ini, tayangan pembelajaran ditayangkan di kanal TVRI dengan jam tayang pukul 8-11 pagi, dan mencakup jenjang PAUD hingga SMA/SMK.

Hal ini tentu tidaklah cukup, karena ini berarti anak hanya mendapatkan 30 menit pembelajaran setiap harinya sesuai jenjangnya. Apalagi, materi pembelajaran yang digeneralisir tiap jenjang tentu tidak efektif dan tidak sesuai dengan kurikulum yang seharusnya.

Sebagai contoh, anak kelas satu SMP mendapatkan materi yang sama dengan anak kelas tiga SMP. Hal ini berpotensi menimbulkan redundansi akan materi-materi yang telah dipelajari sebelumnya.

Oleh karena itu, kami menyarankan TVRI bekerjasama dengan Kemendikbud menyediakan beberapa kanal tambahan TVRI khusus pendidikan. Sebagai contoh, dapat dibuat kanal tambahan TVRI Sekolah Dasar, TVRI Sekolah Menengah Pertama, dan TVRI Sekolah Menengah Atas.

Dalam kanal-kanal tersebut, dapat ditampilkan materi-materi pembelajaran sesuai jenjang secara bergantian. Misalnya, di kanal TVRI SMP pada pukul 07.00-11.00 pagi ditayangkan materi pembelajaran kelas 1, pada pukul 11.00-15.00 kelas 2, dan pada pukul 15.00-19.00 materi untuk kelas 3 SMP.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian. (HO)

Meskipun metode ini masih jauh dari ideal, namun demikian ini lebih baik dari kondisi saat ini dimana materi untuk setiap jenjangnya sangat minim dan jauh dari capaian kurikulum.

Halaman
123
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved