Breaking News:

Sempat Down Karena Wabah Corona, Penjualan Laptop di Balikpapan Meningkat 100 Persen

Tidak hanya smartphone atau telepon pintar, penjualan laptop juga mengalami peningkatan penjualan secara signifikan.

TRIBUNKALTIM.CO/HERIANI AM
Penjualan laptop di Fuluso Computer Balikpapan mengalami kenaikan di tahun ajaran baru 2020 ini. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pemerintah memutuskan memberlakukan sistem pembelajaran daring guna menekan penyebaran mata rantai pandemi covid-19, memberikan dampak positif terhadap penjualan gadget.

Tidak hanya smartphone atau telepon pintar, penjualan laptop juga mengalami peningkatan penjualan secara signifikan.

Sales and Marketing Promotion Fuluso Computer Balikpapan, Endang Navratilova menyebut, tahun ajaran baru ini terjadi kenaikan penjualan laptop dan notebook hingga dua kali lipat. Penjualan ini meningkat awal Juli, dimana tahun ajaran baru dimulai.

"Dibandingkan bulan Juni lalu, bulan Juli peningkatan penjualan laptop naik hingga 100 persen," ungkapnya, Minggu (2/8/2020).

Baca Juga:Ketua Apersi Kaltim Sebut Penjualan Rumah Subsidi Bakal Bergairah di Triwulan II-2020

Baca Juga:Ketua Apersi Kaltim Sebut Penjualan Rumah Subsidi Bakal Bergairah di Triwulan II-2020

Ia melanjutkan, biasanya penjualan laptop sebanyak 700 unit setiap bulan, sedangkan untuk pada bulan Juli, mencapai lebih dari 1.400 unit.

Sementara ketika ditanya brand laptop apa yang paling laris, ia menyebut, penjualan semua brand sama, baik itu DELL, HP, Acer, Asus, hingga Lenovo. Hal ini lantaran semua brand memiliki seri low price.

"Range harganya yang low price Rp 4 jutaan, di bawah Rp 5 juta. Kalau laptop yang gede atau high price, biasanya pekerja yang beli," ungkapnya.

Ia menyebut, anak sekolah tidak terlalu membutuhkan spesifikasi yang tinggi.
Latop kisaran harga di bawah Rp 5 juta, sudah mumpuni, dimana spek tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah pula.

Sementara untuk sistem pembelian, Endang menjelaskan, ada yang secara tunai dan kredit. Perbandingannya 65 persen dibeli secara tunai, sisanya secara kredit.

"Kami tidak menyangka akan seramai ini. Penjualan Maret dan April sempat down, Penurunannya mencapai 50 persen. Itu terjadi pada semua," pungkasnya. (*)

Baca Juga:Marak Penjualan Obat Ilegal, Polda Kaltim Bersama BPOM Bentuk Personel Khusus Pengawasan

Baca Juga:Bisnis Teknologi di Balikpapan, Performa Penjualan Tablet Saat Pandemi Covid-19 Naik 30 Persen

Penulis: Heriani AM
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved