Virus Corona di Balikpapan

Warga Balikpapan Timur Tolak Embarkasi Haji Balikpapan Jadi Tempat Isolasi Mandiri

Sejumlah perwakilan masyarakat Balikpapan Timur, menolak Embarkasi Haji Balikpapan jadi tempat isolasi mandiri

TRIBUNKALTIM.CO/MIFTAH AULIA ANGGRAINI
Audiensi yang dilakukan perwakilan masyarakat Balikpapan Timur menolak embarkasi haji Batakan sebagai tempat isolasi mandiri. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Sejumlah perwakilan masyarakat Balikpapan Timur, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur melakukan audiensi menolak Embarkasi Haji Balikpapan di Batakan sebagai tempat isolasi mandiri.

Penolakan ini lantaran masyarakat khawatir dan tak ingin sebaran kasus Virus Corona atau covid-19 di wilayah Balikpapan Timur menjadi tinggi.

Tokoh masyarakat Balikpapan Timur, Sakarani mengatakan Embarkasi Haji tak seharusnya menjadi tempat penampungan para OTG.

Menurutnya, saat ini masih banyak hotel atau wisma yang bisa menjadi tempat isolasi mandiri.

Pihaknya pun tak mau ini justru menjadi ladang bisnis atau kesempatan bagi pemerintah.

Baca Juga:FATAL Kepala Daerah Sombong Ini Ogah Tes Massal Corona Biar Dikira Sukses, Ganjar Yakin Kasus Banyak

Baca Juga:YouTube Ambil Tindakan Tegas Ini ke Video Anji Manji, Ulas Temuan Obat Virus Corona Hadi Pranoto

"Masyarakat Baltim takut terjangkit. Dengar Coronanya saja sudah takut apalagi diisolasi di embarkasi haji," katanya, Senin (3/8/20).

"Karena sebaran Covid-19 paling sediikit, bila terjadi peningkatan kasus di sini gara-gara itu, kami selaku masyatakat bakal minta ganti rugi," sambungnya.

Senada dengan itu, anggota DPRD Balikpapan Dapil Balikpapan Timur, Nurhadi Saputra juga turut menolak Embarkasi Haji Batakan sebagai tempat isolasi mandiri.

"Kami betul-betul menolak apabila asrami haji dijadikan tempat penampungan OTG," tegasnya usai audiensi.

Berbicara sebagai salah satu warga, ia pun merasa masyarakat Balikpapan Timur tidak pernah diajak berkordinasi. Ia mengaku justru hanya mengetahui melalui media saja.

Anggota legislatif itu pun tak ingin, dengan embarkasi haji dijadikan tempat isolasi mandiri justru akan menjadi lumbung covid-19.

"Secara teknis belum paham betul apa yang disampaikan DKK, tapi orang awam ada kekhawatiran bahwa jangan sampai Baltim dengan ini menjadi tinggi. Kami menjaga sekali kehidupan normal di Baltim," imbuhnya. (*)

Baca Juga:KASUS Baru 4 Provinsi Termasuk Jakarta Mengejutkan! Sebaran Corona di Indonesia Hari Ini 2 Agustus

Baca Juga:Positif Virus Corona, Ketua DPRD Jepara Meningggal, Sempat Kunker ke Gresik

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved