Breaking News:

OJK Sahkan KB Kookmin sebagai Pemegang Saham Pengendali Bank Bukopin

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan surat persetujuan terkait KB Kookmin Bank (KB) sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP) Bank Bukopin.

HO
Direktur Utama Bank Bukopin, Rivan A. Purwantono mmberikan keterangan terkait proyeksi ke depan Bank Bukopin. Menurutnya, CAR ini akan naik seiring dengan realisasi dari private placement yang akan dilakukan oleh Kookmin. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA – Setelah dinyatakan menjadi pemegang saham terbesar Bank Bukopin melalui hasil penutupan Penawaran Umum Terbatas V (PUT V) dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan surat persetujuan terkait KB Kookmin Bank (KB) sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP) Bank Bukopin.

Melalui Surat Keputusan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan tanggal 30 Juli 2020 yang diterima Perseroan tanggal 1 Agustus 2020, KB ditetapkan efektif menjadi PSP per 30 Juli 2020.

Selain itu, induk usaha KB yaitu KB Financial Group (KBFG) yang merupakan group finansial terbesar di Korea Selatan, juga disetujui menjadi Ultimate Shareholder Bank Bukopin.

                                                                                                                                                      

Persetujuan OJK ini sebenarnya telah diprediksi oleh banyak pihak, terutama setelah penutupan PUT V Bank Bukopin tanggal 30 Juli lalu.

Pada aksi korporasi tersebut, KB Kookmin Bank menyerap seluruh haknya dan mengambil posisi sebagai stand by buyer untuk menyerap semua saham yang tidak diambil oleh pemegang saham lain, sehingga pasca PUT V, kepemikan saham KB menjadi 33,9% atau terbesar diantara pemegang saham lainnya.

Keluarnya keputusan OJ  ini mengesahkan berita yang beredar mengenai posisi KB Kookmin Bank menjadi PSP baru Bank Bukopin. Seperti diketahui, Bank yang Juli lalu merayakan hari jadinya yang ke- 50 tahun ini, memang sangat membutuhkan kepastian mengenai siapa yang menjadi pengendali dengan kepemilikan saham diatas 25%.

Dengan adanya keputusan ini, Bank Bukopin dinilai akan semakin kuat menghadapi tantangan bisnis mengingat pengambilan keputusan dalam hal strategi akan didukung oleh PSP yang kuat.

Dengan hasil PUT V ini, posisi capital adequacy ratio (CAR) Bank Bukopin naik menjadi 14%.

Sementara di kesempatan terpisah, Direktur Utama Bank Bukopin, Rivan A. Purwantono menyatakan bahwa proyeksi kedepan, CAR ini akan naik seiring dengan realisasi dari private placement yang akan dilakukan oleh Kookmin.

“Bila hal ini dilakukan (private placement) makan posisi CAR Bukopin diprediksi ada dikisaran 16 – 17 persen.” terang Rivan.

“Oleh karena itu, kami berharap agar para pemegang saham dapat mendukung rencana penguatan modal ini dengan menyetujui rencana PMTHMETD pada RUPSLB tanggal 25 Agustus nanti, karena akan berdampak sangat baik bagi Perseroan, seluruh shareholder dan stakeholder ke depannya,” tambahnya.

Banyak pihak menilai bahwa private placement yang akan dilakukan oleh KB Kookmin Bank adalah sebuah bentuk komitmen dan keseriusan KBFG untuk berinvestasi di Indonesia.

“Kisaran CAR diangka 16-17 % tersebut ekuivalen dengan kepemilikan Kookmin dikisaran 67%. Ditengah pandemi seperti ini, tentu ini menjadi bukti bahwa Indonesia masih memiliki daya tarik sangat baik bagi investor untuk berinvestasi, apalagi untuk pengembangan sector ritel ke depannya,” papar Rivan melalui Video Conference di Jakarta kemarin.

Setelah melalui PUT V yang pelaksanaannya sukses serta mencatat minat publik yang tinggi, Bank yang baru saja diumumkan ikut masuk ke dalam Top 1.000 World Bank versi The Bankers akhirnya memiliki Pemegang Saham Pengendali dengan kepemilikan diatas 25% yang oleh banyak pihak dinilai sangat baik bagi perjalanan bisnis kedepannya. (*)

Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved