Breaking News:

Virus Corona di Kaltim

Pandemi Covid-19 Menjadi Alasan Gerakan e-Retribusi, Berikut Penjelasan Bankaltimtara

Gerakan e-retribusi menjadi gerakan yang diluncurkan Bankaltimtara bersama pemerintah Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HP
PAYKALTIMTARA NON TUNAI - Pembayaran non tunai melalui aplikasi Paykaltimtara dan mesin merchant non tunai diperagakan Direktur Bisnis & Syariah Bank Kaltim Kaltara, Hairuzzaman , pemimpin Divisi Bisnis dan Funding BankaltmtaraMuhammad Edwin,  di warung Kopi Pangku Kawasan Citra Niaga Kota Samarinda, Rabu (5/8/2020) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Gerakan e-retribusi menjadi gerakan yang diluncurkan Bankaltimtara bersama pemerintah Kota Samarinda, Kalimantan Timur pada Rabu (5/8/2020).

Dalam gerakan ini pemerintah bersama bank terkait berusaha mengurangi transaksi menggunakan uang tunai.

Bahkan hingga ke wilayah pasar, gerakan ini diterapkan pada hari Rabu ini. Menurut pemimpin divisi bisnis dan funding Bankaltimtara Muhammad Edwin mengatakan program ini tidak hanya mengurangi transaksi uang tunai.

Namun Di tengah pandemi covid-19 ini juga menjadi alasan dibetuknya gerakan ini. "Bahwa Bankaltimtara bank yang akan menyesuaikan shifting costumer behaviour.

Bahas Peningkatan Pelayanan Hingga Kas Daerah, Komisi III DPRD Kukar Panggil Bankaltimtara

Dapat Deviden Rp 4 M dari Bankaltimtara, Pemkot Balikpapan Akan Masukkan Dalam APBD

Artinya terkait prilaku konsumen terkait dengan pembayaran non tunai. Salah satunya adalah dipicu pandemi covid-19.

Saat ini digalakkan non tunai oleh pemerintah. Menghindari kita dalam program physical distancing setiap masyarakat harus merubah perilaku budaya," ucapnya.

Dengan adanya hal tersebut Bankaltimtara melayani pelayanan produk non tunai. Terutama melakukan pengembangan mobile banking, internet banking, cash management system termasuk uang elektronik.

"Dari sisi pedagang sebagai merchant kita untuk melakukan pembayaran uang elektronik termasuk qris. Termasuk pengunduh lebih aman secara non tunai tidak ada physical distancing," ucapnya.

Sementara itu asisten Manajer Divisi Pembayaran Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Gandang Dwi Haryo Sugiharto mengatakan dengan adanya transaksi non tunai itu pendapatan langsung tercatat di perbankan.

Sehingga pedagang bisa melakukan kredit dengan mudah. Sebab data pedagang pasar telah tercatat di database tiap bank.

Bankaltimtara Dipercaya Kelola Kas Daerah, Direktur Kepatuhan: Kami Sudah Seperti OPD di Daerah

Minat FLPP di Bankaltimtara Tinggi, Namun Penyaluran Terkendala Virus Corona

"Kordinasi kami dengan beberapa OPD penerimaan khususnya covid ini turun. Cenderung apakah mereka menutup tempat pembayarannya atau masyarakat yang enggan datang," ucapnya.

Dengan adanya transaksi non tunai ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam membayar kewajiban. Sehingga dapat meningkatkan PAD.

( TribunKaltim.co )

Penulis: Jino Prayudi Kartono
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved