Breaking News:

Musnahkan 10 Komoditas Pertanian Ilegal, Kepala Barantan Apresiasi Kinerja BKP Klas II Tarakan

Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Tarakan Wilayah Kerja Nunukan memusnahkan 10 macam komoditas pertanian ilegal asal Tawau-Malaysia

HO
Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Tarakan Wilayah Kerja Nunukan memusnahkan 10 macam komoditas pertanian ilegal asal Tawau-Malaysia sebanyak 79 kg dengan metode pembakaran pada Rabu lalu (5/8/20) disaksikan sejumlah pejabat terkait di Nunukan. 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Tegakkan amanat Undang-Undang nomor 21 tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Tarakan Wilayah Kerja Nunukan memusnahkan 10 macam komoditas pertanian ilegal asal Tawau-Malaysia sebanyak 79 kg dengan metode pembakaran pada Rabu lalu (5/8/20)

Komoditas tersebut terdiri produk hewan dan tumbuhan dengan perincian daging ayam beku 30 kg, daging babi 5 kg, sosis 29,7 kg, bibit tanaman hias 3 batang, bibit kelapa 3 batang, bawang bombay 1 kg, bawang putih 10 kg, dan benih sayur campuran 0, 1 kg, benih sawi 0,1 kg dan benih bayam 0,1 kg.

Kepala Balai Karantina Pertanian (BKP) Klas II Tarakan, Akhmad Alfaraby, mengatakan komoditas tersebut dimusnahkan karena tidak dilengkapi dengan sertifikat kesehatan dari negara asal.

Komoditas tidak dilengkapi surat izin pemasukan untuk benih/bibit, tidak melalui tempat pemasukan yang ditetapkan, serta tidak dilaporkan kepada petugas karantina.

Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Tarakan Wilayah Kerja Nunukan memusnahkan 10 macam komoditas pertanian ilegal asal Tawau-Malaysia sebanyak 79 kg dengan metode pembakaran pada Rabu lalu (5/8/20).
Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Tarakan Wilayah Kerja Nunukan memusnahkan 10 macam komoditas pertanian ilegal asal Tawau-Malaysia sebanyak 79 kg dengan metode pembakaran pada Rabu lalu (5/8/20). (HO)

“Pada saat ditahan sudah diberikan waktu untuk pemenuhan persyaratan karantina pertanian namun pemilik tidak dapat melengkapi sehingga komoditas dimusnahkan," ujar dia, Kamis (6/8/20)

Pemusnahan ini dilakukan sesuai amanat UU No 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan demi terjaganya sumber daya alam hayati di Indonesia dari ancaman penyakit hewan dan tumbuhan dari luar wilayah RI yang dapat berpotensi menyebarkan penyakit serta mendukung keamanan pangan masyarakat.

Berdasarkan catatan Karantina Pertanian Tarakan pada awal semester ini (Januari-Juni/2020) telah 19 kali melakukan penahanan terhadap 19 jenis komoditas pertanian impor dengan volume 5 ton.

Komoditas tersebut ditahan karena tidak dilengkapi sertifikat kesehatan negara asal, tidak dilengkapi phytosanitary certificate (PC) negara asal, tidak dilengkapi surat ijin pemasukan (SIP) Menteri Pertanian, tidak dilengkapi prior notice dan Certificate of Analysis (CoA) untuk Pangan Segar Asal tumbuhan (PSAT).

Secara terpisah Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil mengapresiasi kinerja Karantina Pertanian Tarakan khususnya wilker di wilayah perbatasan.

"Wilayah perbatasan perlu menjadi perhatian kita bersama karena potensi penyelundupan di wilayah tersebut tinggi.

Untuk itu kami berharap kerjasama instansi yang ada di wilayah perbatasan semakin dipererat," ucap Jamil kepada Alfaraby melalui sambungan telepon, Jumat (7/8/20)

Untuk meningkatkan pengawasan di perbatasan, karantina pertanian bekerjasama dengan pihak TNI, POLRI, Bea Cukai serta Imigrasi. Kerjasama ini dituangkan dalam bentuk MoU yang diperbaharui setiap tahunnya.

Alfaraby menambahkan gagalnya pemasukan komoditas pertanian yang masuk secara ilegal ini merupakan wujud implementasi adanya perjanjian kerjasama antara Badan Karantina Pertanian dengan Kepolisian RI serta Nota Kesepahaman antara Direktorat Jenderal Bea Cukai, TNI dan instansi terkait lainnya.

Capt: Gagalnya pemasukan komoditas pertanian yang masuk secara ilegal ini merupakan wujud implementasi dari perjanjian kerjasama antara Badan Karantina Pertanian dengan Kepolisian RI serta Nota Kesepahaman antara Direktorat Jenderal Bea Cukai, TNI dan instansi terkait lainnya. (*)

Penulis: Risnawati
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved