Breaking News:

Virus Corona di Balikpapan

Karyawan Gaji di Bawah Rp 5 Juta akan Dapat Bantuan, Pengamat Ekonomi Balikpapan Angkat Bicara

Pemerintah akan memberi bantuan bagi karyawan swasta dengan gaji di bawah Rp 5 juta.

Tribunnews/Jeprima
Ilustrasi mata uang rupiah. Pemerintah akan memberi bantuan bagi karyawan swasta dengan gaji di bawah Rp 5 juta. Setiap karyawan nantinya akan mendapat bantuan Rp 600.000 per bulan. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pemerintah akan memberi bantuan bagi karyawan swasta dengan gaji di bawah Rp 5 juta. Setiap karyawan nantinya akan mendapat bantuan Rp 600.000 per bulan.

Bantuan yang akan diberikan melalui Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional tersebut rencananya akan diberikan selama 4 bulan mulai September hingga Desember 2020.

Program stimulus ini sedang difinalisasi agar bisa dijalankan oleh Kementerian Ketenagakerjaan pada September 2020.

Fokus bantuan pemerintah ini adalah 13,8 juta pekerja non-PNS dan BUMN yang aktif terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan dengan iuran di bawah Rp 150.000 per bulan atau setara dengan gaji di bawah Rp5 juta per bulan.

Satu Mitra Kerja Gugus Tugas Balikpapan Positif Covid-19, Ini Hasil Swab Walikota Rizal Effendi

UPDATE Virus Corona di Balikpapan, 28 Kasus Positif Bertambah, Genap Empat Pasar Terpapar Covid-19

2 Pasien Dimakamkan Sesuai Prosedur Covid-19, Sudah 23 Kali BPBD Samarinda Kuburkan Jenazah Corona

Apakah bantuan ini cukup efektif, utamanya kota jasa seperti Balikpapan yang terkenal dengan biaya hidup cukup tinggi?

Pengamat Ekonomi Balikpapan Dr Didik Hadiyatno menyebut dana yang akan diberikan ini, memang tidak cukup 'menggigit' terkhusus di kota minyak, julukan Kota Balikpapan.

"Kalau di Jawa, dana tersebut akan lebih nikmat sekali, dimana tingkat kemahalan harga rata-rata lebih rendah dari Balikpapan," ujarnya kepada TribunKaltim.co pada Jumat (7/8/2020).

"Rp 600.000 untuk daerah dengan UMR yang terbilang masih lebih kecil seperti beberapa daerah Pulau Jawa dibandingkan dengan Kalimantan, mungkin bukan nilai yang besar. Hanya sepersekian dari gaji," tambahnya.

Kendati begitu, lanjutnya, dana tersebut merupakan angin segar. Dimana bisa menjadi pondasi kebutuhan-kebutuhan hidup masyarakat.

Bersama Lawan Corona, Badak LNG Dukung Adaptasi Kebiasaan Baru di Pasar Tamrin

Bill Gates Prediksi Kapan Pandemi Virus Corona Berakhir, Ungkap Skenario Terbaik

Pria yang juga dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Balikpapan ini menyebut dana bantuan itu merupakan penggerak mikro ekonomi.

"Namun dana tersebut merupakan dana penggerak, sekecil apapun nilainya. Jika dana tersebut digunakan untuk membeli kebutuhan harian yang sifatnya primer, misalnya beras, sayur-mayur, ikan, tentu akan menggerakkan roda ekonomi," jelasnya.

Dua ASN Positif Corona di Kukar, Bupati Edi Damansyah Keluarkan Edaran WFH buat Pegawai Pemkab

Ia mencontohkan, jika Rp 600.000 dibelanjakan oleh 1.000 pekerja untuk membeli kebutuhan primer, maka oli penggerak roda ekonomi akan semakin lancar.

"Sehingga multiplayer effect nya tetap besar jika dibelanjakan oleh banyak orang," pungkasnya.

(TribunKaltim.co/Heriani)

Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved