Virus Corona

Warga Usir Petugas Berpakaian APD di Pemakaman PDP Covid-19, Polisi Bongkar Kesalahan Rumah Sakit

Berikut ini detik-detik warga berani usir petugas medis berpakaian APD saat pemakaman PDP covid-19, polisi bongkar kesalahan rumah sakit

istimewa via warta kota
Warga usir petugas medis berpakaian APD di Cikarang, Bekasi 

TRIBUNKALTIM.CO - Berikut ini detik-detik warga berani usir petugas medis berpakaian APD saat pemakaman PDP covid-19, polisi bongkar kesalahan rumah sakit.

Kasus petugas medis diusir warga saat pemakaman pasien PDP covid-19 kembali terjadi di Cikarang, Bekasi.

Tak cuma usir petugas medis, warga juga berani membentak dan mendorong para petugas berpakaian APD jelang pemakaman PDP covid-19.

Wali Kota Nadjmi Adhani Meninggal Karena Covid-19, Sejumlah Pejabat Banjarbaru Positif Virus Corona

UPDATE Covid-19, Daftar 5 Provinsi di Indonesia dengan Kasus Terendah dan Tertinggi, 4 Ada di Jawa

Terjangkit Covid-19, Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani Meninggal, Sempat Dibantu Alat Pernafasan

Polres Metro Bekasi menjelaskan kronologi warga usir petugas medis berpakaian APDdi wilayah Desa Tanjung Sari, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.

Meski demikian, polisi menjelaskan, ada kesalahan dari pihak rumah sakit terkait pemakaman PDP covid-19.

Sebelumnya beredar video yang memperlihatkan warga mengusir petugas medis berpakaian alat pelindung diri ( APD ) lengkap di Desa Tanjung Sari, yang viral di pesan berantai WhatsApp.

Warga menghardik hingga mendorong petugas medis itu untuk pergi dari wilayah tempat tinggalnya.

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Hendra Gunawan mengatakan sebelumnya ada pasien meninggal yang merupakan tokoh agama setempat berinisal A.

Pasien itu dirawat selama enam hari di RSUD dan dinyatakan meninggal dunia.

Penyebab pasien meninggal itu mengarah ke virus corona atau Covid-19.

Akan tetapi belum dapat dipastikan karena lebih dulu meninggal dunia sebelum hasil pemeriksaan keluar.

"Dari riwayat penyakit warga mengetahui bahwa yang bersangkutan atau almarhum memiliki riwayat diabetes dan jantung," kata Hendra ketika dikonfirmasi, Senin (10/8/2020).

Hendra menjelaskan, atas dasar itu warga menolak proses pemakaman dilakukan sesuai protokol covid-19.

Warga meminta proses pemakaman dilakukan di pemakaman umun biasa tidak dimakam khusus covid-19 dan minta disalatkan di rumah.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved