Breaking News:

Bank Indonesia Balikpapan Dorong Pembayaran Digital Gunakan QRIS di Era Covid-19 dan New Normal

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan mengedukasi masyarakat tentang Pembayaran Digital Menggunakan QRIS di Era Covid-19 dan New Normal.

TRIBUNKALTIM.CO/HO
Kantor Perwakilan Bank Indonesia menggelar Webinar tentang Pembayaran Digital Menggunakan QRIS di Era Covid-19 dan New Normal. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan mengedukasi masyarakat tentang pembayaran digital menggunakan QRIS di era Covid-19 dan new normal.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Bimo Epyanto menyebut bahwa, pertumbuhan ekonomi baik secara nasional maupun regional Kalimantan Timur pada triwulan II 2020 mengalami kontraksi, yang dipengaruhi oleh terbatasnya perekonomian mengingat kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) sebagai upaya penanganan Covid-19.

Namun demikian, pemerintah mulai menerapkan relaksasi pada era kebiasaan baru (new normal) sebagai upaya balancing agar ekonomi dapat berjalan di tengah pandemi Covid-19, melalui penerapan protokol kesehatan secara tepat dan ketat.

Baca Juga:Perkembangan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, KPwBI Kaltara Sebut Berjalan Efisien

Baca Juga:Perwakilan Bank Indonesia Kaltim Sebut Inflasi Bulan Juli 2020 Tetap Rendah

Apabila masyarakat menerapkan protokol Covir-19 secara tepat diharapkan mampu menciptakan kondisi yang aman sehingga dapat mendukung gerak perekonomian.

"Salah satu upaya yang dilakukan Bank Indonesia adalah memfasilitasi transaksi yang lebih aman di tengah pandemi, melalui transaksi non tunai yang bersifat contactless seperti penggunaan QRIS," ujarnya dalam siaran resminya, Selasa (11/8/2020).

Di samping itu, Deputi Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Ricky Satria menyampaikan bahwa QRIS mempermudah konsumen melakukan pembayaran, serta pembeli dalam menerima pembayaran karena sifatnya yang omnichannel.

QRIS memiliki sejumlah manfaat yang dapat diterima merchant yaitu (i) pembayaran lebih higienis karena non fisik, (ii) mengikuti tren sehingga dapat meningkatkan penjualan, (iii) transaksi yang dilakukan tercatat dan langsung masuk rekening, (iv) tidak memerlukan uang kembalian dan bebas risiko pencurian dan uang palsu, serta (v) membangun credit profile dengan mudah.

"Selain itu penggunaan QRIS juga cukup murah dan bebas biaya bagi usaha mikro," ungkapnya.

Sedangkan manfaat QRIS bagi masyarakat atau pengguna adalah lebih higienis tanpa kontak fisik, transaksi cepat dan pengeluaran tercatat, aman dan terlindungi karena diawasi Bank Indonesia, efisien tanpa uang kembalian dan bebas biaya, serta kekinian dan gratis.

Sebagai informasi, hingga 31 Juli 2020, jumlah merchant yang telah menggunakan QRIS mencapai 23.201 unit untuk Kota Balikpapan, Kabupaten Paser, dan Kabupaten Penajam Paser Utara, dengan 20.815 unit di antaranya berada di Kota Balikpapan.

Selanjutnya, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan secar aktif memberikan edukasi dan mendorong perluasan implementasi non tunai terutama QRIS, baik di Kota Balikpapan maupun Kalimantan Timur sehingga masyarakat dapat tetap aman dan produktif di tengah pandemi Covid-19. (*)

Baca Juga: 20 UMKM Ikut Pelatihan Sistem Jaminan Halal dari Bank Indonesia Balikpapan dan LPH LPPOM-MUI Kaltim

Baca Juga:Bank Indonesia Balikpapan Gelar Webinar Edukasi Ekonomi Syariah dan Bisnis Halal di Era New Normal

Penulis: Heriani AM
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved