Breaking News:

Dinas Kesehatan Berau Canangkan Penerapan e-Puskesmas, 10 Puskesmas Bakal Jadi Contoh

Dinas Kesehatan Kabupaten Berau kini tengah menyosialisasikan aplikasi e-Puskesmas untuk proses pelaporan maupun pencatatan data pasien.

TRIBUNKALTIM.CO/IKBAL NURKARIM
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Berau menunjukkan sistem aplikasi e-puskesmas melalui laptopnya, Senin (10/8/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB- Dinas Kesehatan Kabupaten Berau kini tengah menyosialisasikan aplikasi e-Puskesmas untuk proses pelaporan maupun pencatatan data pasien.

Iswahyudi mengatakan, penggunaan e-Puskesmas sebenarnya ingin diterapkan sejak lama namun sejumlah kendala termasuk jaringan dan perangkat komputer sehingga hal tersebut tidak terlaksana.

Tahun ini dengan Dana Alokasi Khusus (DAK), Dinas Kesehatan Berau melakukan pengadaan perangkat komputer untuk dibagikan ke 10 Puskesmas yang akan menerapkan sistem tersebut.

"Sebetulnya namanya itu Simpus atau Sistem Informasi Puskesmas, Dinas Kesehatan Berau ini telah berulang kali mencoba menerapkan sistem ini baik melakukan kontrak dengan pengembang lokal maupun menjalin kerja sama namun tidak jalan," kata Iswahyudi kepada TribunKaltim.co, Senin (10/8/2020).

"Sehingga tahun ini lewat Dana Alokasi Khusus (DAK) dalam proses e-Puskesmas kita mengadakan komputer untuk 10 Puskesmas yang akan menerapkan sistem tersebut," tuturnya.

Iswahyudi menambahkan, penggunaan sistem e-Puskesmas tersebut memudahkan untuk mengisi data pasien dan dapat dilakukan dengan cara minimalis juga dengan maksimalis.

"e-Puskesmas ini lebih bagus untuk memasukkan data, yang merupakan kerja sama dengan provider swasta jadi sistemnya ini bukan membeli putus tapi menyewa setiap Puskesmas itu, biaya sewanya Rp 500 ribu per bulan," tuturnya.

"Jadi ini berbasis internet, jika Puskesmas menerapkan sistem itu maka Dinkes mendapatkan program tambahan secara gratis untuk memantau pelayanan di Puskesmas," ujarnya.

Baca juga: Sumbang 74 Persen Kasus, Jokowi Instruksikan BNPB Fokus Tangani Virus Corona di 8 Provinsi Ini

Baca juga: Mahfud MD Bocorkan Jokowi Beri Bintang Mahaputra Nararya ke Fadli Zon - Fahri Hamzah, Kerap Kritik?

Menariknya, lanjut Iswahyudi, e-Puskesmas tersebut bisa dijalankan secara minimalis dan juga maksimalis, minimalis artinya tidak seluruh data pasien diisi namun program bisa jalan, juga maksimalis karena data bisa diisi dengan lengkap sehingga dapat dilakukan pemetaan penyebaran penyakit.

"Jadi jika puskesmas menjalankan Secara maksimal banyak hal yang bisa diperoleh dari sistem e-Puskesmas ini," tuturnya.

Rencananya, kata Iswahyudi, e-Puskesmas tersebut dapat dijalankan dalam mode online untuk wilayah yang jaringan internet bagus, juga dalam mode offline, namun hal itu masih tahap pengembangan.

Dalam penerapan e-Puskesmas, setiap Puskesmas akan mendapatkan perangkat komputer 5 unit.

"Harapan saya jika puskesmas di kota bisa menerapkan sistem baru ini maka puskesmas di kecamatan juga harus bisa menerapkan hal yang sama," ucapnya. (*)

Penulis: Ikbal Nurkarim
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved