Breaking News:

Berita Pemprov Kalimantan Timur

Siapkan Generasi Unggul Berkualitas, Norbaiti Isran Ajak Ibu-ibu Rutin Kunjungi Posyandu

“Mengapa posyandu? Karena posyandu merupakan media yang paling tepat untuk memonitor pertumbuhan dan perkembangan balita,” kata Norbaiti.

HUMASPROV KALTIM/SAMSUL ARIFIN
BAHAS POSYANDU - Hj Norbaiti Isran Noor memimpin virtual meeting membahas dukungan lintas sektor dalam peningkatan kunjungan balita ke posyandu, Senin (10/8/2020). 

SAMARINDA - Dinas Kesehatan Kaltim bekerjasama dengan TP PKK Kaltim menggelar virtual meeting bertema “Dukungan Lintas Sektor dalam Peningkatan Kunjungan Balita ke Posyandu”.

Kegiatan yang diikuti sekitar 100 partisipan dari provinsi dan kabupaten/kota se-Kaltim itu dibuka Ketua TP PKK Kaltim Hj Norbaiti Isran Noor dari Gedung TP PKK Kaltim Jalan M Yamin Samarinda, Senin (10/8).

Saat memberi arahan, Norbaiti mengajak semua lintas sektor terkait untuk bergandeng tangan menyiapkan generasi-generasi Kaltim yang unggul dan berkualitas. Salah satu strategi yang diupayakan adalah meningkatkan kunjungan balita ke pos pelayanan keluarga berencana kesehatan terpadu (posyandu).

“Mengapa posyandu? Karena posyandu merupakan media yang paling tepat untuk memonitor pertumbuhan dan perkembangan balita,” kata Norbaiti.

Sayangnya, beberapa tahun terakhir ini, jumlah kunjungan balita dan ibu hamil ke posyandu terus mengalami penurunan. Ditambah lagi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga pertengahan tahun ini, makin mengurangi minat para ibu untuk mengantarkan balita mereka ke posyandu.

Padahal, tumbuh kembang balita harus terus dipantau dan diberi asupan gizi yang cukup, khususnya air susu ibu (ASI) agar bayi tumbuh dan berkembang secara optimal. “Kondisi ini harus menjadi kesadaran kita bersama untuk meningkatkan jumlah kunjungan ke posyandu, agar lebih banyak balita kita yang bisa terpantau tumbuh kembangnya,” tambah Norbaiti.

Sementara Kepala Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kaltim Nurul Wahidah menjelaskan tren balita yang ditimbang ke posyandu dari tahun 2016 hingga 2019, terus mengalami penurunan. Jika pada 2016 persentasenya masih mencapai 53,75 persen, maka pada 2019 persentasenya turun hingga 45,01 persen. “Akibat Covid-19, tahun ini bisa jadi kunjungan balita ke posyandu akan terus menurun,” kata Nurul Wahidah.

Oleh sebab itu, perlu dukungan lintas sektor untuk meyakinkan agar balita tetap bisa ke posyandu, tetapi dengan protokol kesehatan yang ketat, sehingga perkembangan bayi bisa tetap terpantau secara rutin. Hingga pada akhirnya, Kaltim mampu melahirkan generasi-generasi yang cerdas, unggul, berkualitas dan berdaya saing.
Virtual meeting juga diikuti Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim H Muhammad Edi Muin dan sejumlah pejabat lingkup Pemprov Kaltim lainnya. Sedangkan dari TP PKK Kaltim juga tampak Wakil Ketua I Hj Erni Makmur Hadi Mulyadi. (sul/advertorial)

Tags
Posyandu
Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved