Breaking News:

Berita Pemkab Mahakam Ulu

Pintu Masuk Mahulu Dijaga Ketat Bersama TNI-Polri, Bupati Apresiasi Masyarakat Taati Aturan

Bupati pun mengucap syukur dan berterima kasih kepada seluruh masyarakat yang selalu mentaati protokol kesehatan

HUMASKAB MAHULU
Bupati Mahakam Ulu Bonifasius Belawan Geh 

UJOH BILANG - Bupati Mahakam Ulu Bonifasius Belawan Geh, SH mengatakan, kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu (Mahulu) dalam penanganan pencegahan Coronavirus Disease (Covid-19) semata-mata untuk melindungi masyarakat Mahulu terhindar dari penyebaran Covid-19.

“Sekian lama kita berada di zona hijau, tapi kemarin kita mendapat kabar ada satu warga kita positif Covid. Namun warga kita yang terpapar tidak sempat masuk ke Kabupaten Mahakam Ulu. Itu karena aturan yang kita taati bersama, selalu disiplin dilaksanakan. Kalau kita tidak menerapkan aturan tersebut, tentunya virus akan menyebar luas di kabupaten kita,”jelas Bupati saat menghadiri Peresmian Gedung GKII Batu Majang, Sabtu (8/8/2020).

Bupati pun mengucap syukur dan berterima kasih kepada seluruh masyarakat yang selalu mentaati protokol kesehatan, dan juga para petugas dari gugus tugas, tim gerak cepat, serta petugas pos pengawasan, pengendalian kesehatan (Poswasdalkes) yang didukung TNI dan Polri yang selalu gigih menjaga pintu masuk Mahulu.

“Kita bersyukur karena sistem yang dibuat untuk menjaga wilayah kita dari penyebaran Covid-19 masih efektif. Saya berterima kasih kepada petugas jajaran TNI, Polri yang sudah ketat menjaga pintu masuk di Kampung Mamahak Teboq dengan petugas poswasdal, berkat kegigihan mereka kita terhindar dari bencana. Karena virus ini semakin hari semakin bertambah, belum ada penurunan,” ujar Bupati.

Lebih lanjut Bupati mengajak masyarakat Mahulu untuk selalu mematuhi protokol kesahatan Covid-19, tetap menjaga jarak, menghindarai kerumunan dan selalu gunakan masker apabila keluar rumah, dan mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas, serta bersama-sama mendokan kesembuhan warga yang terpapar Covid-19.

Dalam laporan Ketua Tim Gerak Cepat (TGC) Bidang Kesehatan Penanganan Covid-19 Satuan Gugus tugas Kabupaten Mahakam Ulu, drg Agustinus Teguh Santoso, menjelaskan pada 7 Agustus 2020 dilaporan ada 1 kasus terkonfirmasi pasien Covid-19 di Mahakam Ulu.

“Pasien adalah pelaku perjalanan yang ber -KTP Mahulu yang pada Maret telah melakukan perjalanan menuju Pulau Jawa dan ingin kembali ke Mahulu pada 15 Juli 2020,” ungkapnya.

Karena kebijakan Pemkab Mahulu bagi warga ber-KTP Mahulu yang ingin masuk wajib melakukan rapid test, maka sebelum masuk ke Mahulu yang bersangkutan melakukan rapid test di Klinik St Yoseph Kecamatan Linggang Bigung Kabupaten Kutai Barat pada 23 Juli 2020.

“Hasil rapid tesnya reaktif, sehingga tidak diperkenankan masuk wilayah Mahulu dan melakukan karantina di Lingang Bigung selama 14 hari. Selama karantina muncul gejala flu dan batuk sehingga pada 4 Agustus dilakukan swab dan hasilnya positif Covid-19,” beber Ketua TGC.

Karena yang bersangkutan ber-KTP Mahulu walapun belum masuk ke Mahulu, namun secara administrasi angka konfirmasi pasien Covid-19 di Mahulu muncul 1 kasus. Jadi Mahulu masuk zona kuning walaupun pasiennya ada di Kubar.

“Tetap waspada dan perketat sistem dan seleksi pelaku perjalanan yang keluar masuk di Mahakam Ulu, tegakan disiplin masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19, dan diimbau untuk tidak bepergian dulu ke luar Mahakam Ulu jika tidak ada urusan yang sangat penting, Terima kasih dan tetap semangat, semoga pasiennya cepat sembuh,” tambahnya. (adv/hms7/naw)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved