Breaking News:

news Video

NEWS VIDEO Amat (46) Wartawan Gadungan Ternyata Pernah Masuk Penjara Gegara Kasus Pemerasan

Setelah ditangkap pada hari Minggu sore kamarin (7/8) di sebuah indekos di kawasan Siaga Balikpapan Kota

TRIBUNKALTIM.CO,- Rekam jejak kriminal seorang Wartawan gadungan bernama Achmad Supriadi alias Amat (46) yang kini

telah mendekam di sel tahanan usai ditangkap jajaran tim Beruang Hitam Satreskrim Polresta Balikpapan mencuat.

Setelah ditangkap pada hari Minggu sore kamarin (7/8) di sebuah indekos di kawasan Siaga Balikpapan Kota.

Pria berbadan gempal yang mengaku-ngaku sebagai wartawan itu rupanya pernah menjadi narapidana beberapan tahun yang lalu di Wilayah Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara.

Menurut Kasatreskrim Polresta Balikpapan Kompol Agus Arif Wijayanto, tersangksa sebelumnya ditahan di Polsek Samboja lantaran terlibat kasus pemerasan.

" Ya jadi dari rekam jejak pelaku, ternyata yang bersangkutan ini pernah di tahan di wilayah Samboja, Kukar karena kasus pemerasan," katanya saat kegiatan rilis yang berlangsung pada Kamis Sore (13/8/2020) di Mapolresta Balikpapan.

Pelaku saat itu disebut-sebut mengaku sebagai anggota Intel dan kemduadian melakukan pemerasan terhadap korbannya di wilayah Samboja.

Saat itu dia menjalani masa hukuman kurangan penjara selama kurang lebih 4 tahun.

Namun sayangnya, pelaku bukannya kapok setelah di Penjara justru kembali melakukan penipuan lagi.

Ironisnya korban penipuan oleh pelaku kali ini adalah warga kurang mampu yang tinggal di wilayah kota Balikpapan.

" Itu (Penipuan) yang dilakukan oleh yang bersangkutan awal bulan Juli kemarin yah karena saat itu juga lagi musim Penerimaan peserta didik baru di sekolah," ujar Kasatreskrim Polresta Balikpapan Kompol Agus Arif Wijayanto

Total kerugian yang dialami oleh para korbannya di kota Balikpapan mencapai Rp 70 juta dari keterangan 4 orang korban.

Saat melakukan penipuan dengan modus mengimi-imingi korbannya bisa masuk sekolah negeri asalkan membayar uang senilai puluhan juta kepada dirinya.

Namun alhasil, harapan hampa justru menghampiri para korbannya, uang yang telah dibayarkan itu justru digunakan untuk foya-foya oleh pelaku. (*)

Editor: Faizal Amir
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved