Breaking News:

Orangtua dan Anak di Mata AKBP Boyke Karel Mantan Kapolres Bontang, Kisah Perjuangan Gapai Cita-cita

Perwira polisi 2 bunga di pundak itu mengenang masa kecilnya. Mulai dari mencuci seragam sekolah sendiri sejak kelas IV SD

TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD FACHRI
Mantan Kapolres Bontang yang saat ini menjabat sebagai Wadir Ditpolairud Polda Kaltim, AKBP Boyke Karel Wattimena. 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Perwira polisi 2 bunga di pundak itu mengenang masa kecilnya. Mulai dari mencuci seragam sekolah sendiri sejak kelas IV SD hingga rotan legendaris ayahnya.

Disiplin. Itulah ilmu yang diajarkan ayahnya yang merupakan pensiunan PNS di Kota Masohi Maluku Tengah. Kedisiplinan yang diajarkan ayahnya, soal waktu, kemandirian dan tanggungjawab membangun karakter kepemimpinan AKBP Boyke Karel Wattimena.

Mantan Kapolres Bontang yang saat ini menjabat sebagai Wadir Ditpolairud Polda Kaltim ini mengaku dididik keras oleh orang tuanya.

Namun, tak ada keluhan yang terucap dari bibirnya. Justru ia tak tahu bagaimana lagi mengucap terima kasih kepada orang tua yang telah membesarkannya. Jasa kedua orang tua tak akan pernah bisa dibalas, katanya.

Untuk Pengamanan Pilkada, Kapolres Bontang Minta Jaminan APD kepada 2 Pemda di Kaltim

Korban Sampai 70 Orang, Gunung Elai Paling Tinggi, Kapolres Bontang Atensi Kasus Penipuan Online

Reskrim Polres Bontang Selidiki Pengrusakan Baliho Bacalon Pilkada Bontang 2020

Anak bungsu dari 4 bersaudara itu penuh antusias mengisahkan cerita masa kecilnya di depan anak-anak beberapa waktu lalu, di panggung Pendopo Rumjab Walikota Bontang. Ia menjadi inspirasi bagi generasi masa depan Kota Minyak (sebutan Bontang).

"Kami sekolah Senin sampai Sabtu. Terutama hari Sabtu, orang tua mewajibkan mencuci baju khusus pakaian sekolah. Mulai dari baju, celana, kaus kaki dan topi. Dari kecil kami diajarkan mencuci sendiri baju sekolah," bebernya.

Saat duduk di bangku sekolah menengah pertama, ia sudah menanam cita-cita untuk sekolah di luar pulau Sulawesi. Boyke merupakan pribadi yang haus ilmu.

Pantang mundur ia mengejarnya, meski harus berpisah jauh dari keluarga. Namun, didikan orang tuanya membuatnya menjadi sosok yang kuat dan mandiri.

"Mulai SMP, saya bercita-cita sekolah di luar. Sekolah harus di Jawa. Tahun 90an, kalau dibandingkan kampung saya dan di Jawa, lumayan jauh tingkat pendidikan. Saya harus sekolah di jawa pokoknya," ungkapnya.

Sampai cerita, ia mengikuti tes masuk SMA Nusantara di Magelang. Kesempatan itu tak disia-siakan Boyke. Ia berjuang sekuat tenaga. Hingga berhasil menyisihkan 497 orang yang turut mendaftar di seleksi penerimaan sekolah. Di sanalah titik berangkat perjalanan hidupnya bermula. Tahun 1996 silam.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved