Breaking News:

Polisi Tetapkan Dua Tersangka Pasca Bentrokan Antar Ormas di Samarinda

Polresta Samarinda telah menetapkan dua tersangka atas bentrokan antar organisasi kemasyarakatan (Ormas) yang terjadi pada 12 Agustus 2020 lalu.

TRIBUNKALTIM.CO/CHRISTOPER DESMAWANGGA
Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Yuliansyah mengatakan, pihaknya sudah mengamankan dua tersangka pasca bentrokan antar Ormas di Samarinda. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Polresta Samarinda telah menetapkan dua tersangka atas bentrokan antar organisasi kemasyarakatan (Ormas) yang terjadi pada 12 Agustus 2020 lalu.

Bahkan, tidak menutup kemungkinan ada tersangka lainnya yang akan ditetapkan oleh kepolisian.

Pasalnya, saat ini kepolisian masih terus melakukan penyidikan terhadap kasus yang menyebabkan dua korban mengalami luka berat dan seorang mengalami luka ringan.

"Sementara ini dua tersangka sudah kita amankan, ada satu lagi yang masih kami cari, dan tidak menutup kemungkinan ada penambahan tersangka lainnya," ucap Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Yuliansyah, Jumat (14/8/2020).

Sejauh ini pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 12 saksi, termasuk mengamankan sejumlah barang bukti berupa senjata tajam, sedangkan dua tersangka yang telah diamankan berinisial Nw dan Rs.

"Senjata tajam kita amankan, dan barang bukti lainnya," ujarnya.

Baca juga: Putra Amien Rais Bertengkar dengan Wakil Ketua KPK Dalam Pesawat Garuda, Ini Penyebabnya

Baca juga: Kelakuan Sang Kades Usai Dana Desa Cair Terkuak, Berhari-hari Sewa PSK Cantik, Punya Panggilan Khas

Bentrokan antar ormas itu sendiri terjadi di sebuah lahan kosong yang terdapat di Jalan HM Ardans (Ringroad), Kecamatan Samarinda Ulu, sekitar pukul 13.00 Wita.

Persoalan sengketa lahan jadi penyebabnya. Kedua belah pihak merasa saling memiliki lahan, bahkan keduanya juga menunjukan sejumlah bukti kepemilikan lahan.

"Untuk persoalan lahannya tidak kami dalami, karena tidak ada laporan ke kami terkait sengketa lahan, kami tangani terkait penganiayaannya," tutur Kompol Yuliansyah.

"Ya, kedua belah pihak mengaku sebagai pemilik lahan, keduanya juga saling menunjukan surat kepemilikan lahan," ucapnya.

Selagi proses hukum terhadap kasus tersebut masih berjalan, kepolisian juga tetap memantau dengan melakukan patroli di sekitar lokasi kejadian.

Kompol Yuliansyah menegaskan, saat ini kondisi sudah berangsur kondusif kembali. Pihaknya juga mengimbau agar semua pihak menahan diri dan menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada kepolisian.

"Patroli tetap kita lakukan, sekarang sudah aman," ucapnya. (*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved