Breaking News:

Permintaan Maaf Artis dan Influencer Seusai Promosikan Omnibus Law RUU Cipta Kerja, Penjelasan KSP

Begini permintaan maaf artis dan influencer sesuai promosikan Omnibus Law RUU Cipta Kerja, penjelasan KSP.

Penulis: Amalia Husnul Arofiati | Editor: Januar Alamijaya
Tribunnews/Herudin
Sejumlah buruh dan mahasiswa melakukan aksi demonstrasi di Jalan Gerbang Pemuda, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2020). Dalam aksi yang dilakukan bertepatan dengan Sidang Tahunan MPR itu para demonstran menolak rencana pengesahan RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja. Begini permintaan maaf artis dan influencer sesuai promosikan Omnibus Law RUU Cipta Kerja, penjelasan Kantor Staf Presiden ( KSP ). 

TRIBUNKALTIM.CO - Begini permintaan maaf artis dan influencer sesuai promosikan Omnibus Law RUU Cipta Kerja, penjelasan Kantor Staf Presiden ( KSP ).

Dunia maya baru-baru ini diramaikan dengan banyaknya artis dan influencer yang mempromosikan Omnibus Law Rancangan Undang-Undang ( RUU ) Cipta Kerja.

Selanjutnya, kini sejumlah artis dan influencer minta maaf terkait postingan yang dinilai mempromosikan Omnibus Law RUU Cipta Kerja, apakah mereka dibayar, begini penjelasan Kantor Staf Presiden ( KSP ) . 

Sebelumnya, sederet artis dan influencer mempromosikan RUU Cipta Kerja tersebut melalui video berdurasi pendek yang diunggah ke akun media sosial dengan tagar #IndonesiaButuhKerja.

Publik figur yang mempromosikan RUU Cipta Kerja, di antaranya Gritte Agatha, Fitri Tropika, Gading Marten, Gisela Anastasia.

Adapula Ardhito Pramono, Cita Citata, Inul Daratista, Boris Bokir hingga Gofar Hilman.

Massa Bentang Spanduk Sepanjang 30 Meter Depan Kantor Ganjar Tertulis, Atasi Virus Cabut Omnibus

Audiensi SBSI 92, Aliansi Kaltim Bersama Komisi I DPRD Kaltim Soal Omnibus Law, Ini Kesepakatannya

Surat Terbuka untuk Presiden Jokowi dari Pekerja Buruh Bontang, Tolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja

Darurat Virus Corona, Jokowi Diminta Tak Pikirkan Ekonomi, Investasi Apalagi Omnibus Law, Pasti Rugi

Namun, promosi yang dilakukan para artis ini justu menuai kritik dari warganet.

Mereka menilai, para publik figur tidak memahami perasaan para pekerja yang sedang berjuang agar RUU Cipta Kerja tidak disahkan.

RUU Cipta Kerja ditolak pengesahannya oleh kebanyakan pekerja dan organisasi buruh karena dianggap merugikan dan menghilangkan hak-hak pekerja.

Tidak tahu dan minta maaf

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved