Breaking News:

Makanan Beku di Balikpapan Banjir Peminat, Penyelamat UMKM Kuliner

Dampaknya sangat dirasakan oleh semua orang terlebih bagi dunia usaha. Begitu banyak Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

TRIBUNKALTIM.CO/HERIANI AMIR
Di Balikpapan Kalimantan Timur secara umum, 60 pack roti Maryam hanya bertahan 2 minggu langsung habis, bahkan pada bulan Juni 2020, 60 hingga 80 pack dalam 5 hari langsung ludes. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Sudah kurang lebih lima bulan Indonesia dilanda pandemi virus Corona ( covid-19 ).

Dampaknya sangat dirasakan oleh semua orang terlebih bagi dunia usaha. Begitu banyak Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) terpukul karena tidak bisa menjalani usahanya dengan normal atau mengalami pengurangan omzet yang signifikan.

Meskipun dalam kondisi berat menghadapi pandemi virus, para UMKM mesti bangkit dan memulai usahanya kembali, tak lupa dengan inovasi terbaru.

Hal tersebut turut dialami Rina Ahdalina, pemilik usaha kue kering dan roti Maryam, Karinas Cookies & Bakery.

Resmi Luncurkan Uang Pecahan Rp 75.000, Tidak Beredar Bebas di Masyarakat

Uang Baru Rp 75.000 Edisi Kemerdekaan Hanya Dicetak 250 Ribu Lembar, Simak Maknanya

Jokowi Cairkan BLT Karyawan Swasta 25 Agustus, Bagaimana Nasib Pegawai Honor? Menaker Beri Bocoran

"Dampaknya sangat terasa pada bulan Maret dan April. Anak buah saya juga tidak berani untuk datang bekerja, dan pada akhirnya saya terpaksa memindahkan peralatan ke rumah dia. Saat itu saya lagi ada di Jakarta dan dalam kondisi tidak bisa pulang," ujarnya, Senin (17/8/2020).

Ibu dua anak ini menyebut, seharusnya jika virus ini tidak mewabah, pada saat lebaran Idul Fitri dan Idul Adha lalu, ia bisa mensuplai 10 jenis kue kering, atau minimal 5 jenis kue. Saat masa pandemi ini, Rina hanya membuat 3 macam saja, dengan jumlahnya terbatas.

"Saat lebaran kemarin, jika bisanya sebelum pandemi bisa 400 toples belum termasuk parcel, terpaksa separuhnya. Sehingga ada penurunan omzet sekitar 50 persen," jelasnya.

Namun yang cukup menghibur, makanan forzen meningkat permintaannya hingga 3 kali lipat. "Jadi saya tidak berkutat di kue kering karena tidak terlalu banyak permintaan dan takut expired juga karena saya tidak pakai pengawet. Lalu fokus pada roti Maryam," tambahnya.

Dari Hobi Buat Kue Hingga Sukses Sebagai Pengusaha Kue Kering di Balikpapan

Detik-detik Proklamasi di Samarinda Berlangsung Khidmat, Aktivitas Dihentikan Sejenak Selama 3 Menit

Ia bisa menjual 300 pack roti Maryam dalam sebulan khusus di Transmart Balikpapan dan Jakarta, sedangkan di Yova Balikpapan, 180 pack.

Di Balikpapan Kalimantan Timur secara umum, 60 pack roti Maryam hanya bertahan 2 minggu langsung habis, bahkan pada bulan Juni 2020, 60 hingga 80 pack dalam 5 hari langsung ludes.

"Ini cukup sureprised untuk saya, karena dampak pandemi terhadap kue kering sangat terasa," tukasnya.

(TribunKaltim.co)

Penulis: Heriani AM
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved