Breaking News:

Perketat Protokol Kesehatan untuk Cegah Penyebaran Covid

PANDEMI Covid-19 di Indonesia, termasuk Kalimantan Timur belum juga menunjukkan penurunan, bahkan cenderung meningkat. Data dari Tim Gugus Tugas Penan

Shutterstock/Arriba
Ilustrasi menggunakan masker dan Cuci Tangan 

PANDEMI Covid-19 di Indonesia, termasuk Kalimantan Timur belum juga menunjukkan penurunan, bahkan cenderung meningkat. Data dari Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 hingga Senin (17/8) di Kalimantan Timur tercatat 2.369 kasus Covid-19, 1.544 sembuh, dan 89 kasus meningga. Kota Balikpapan masih menjadi daerah dengan kasus Covid tertinggi di Kalimantan Timur dengan 991 terpapar Covid-19, sembuh 577, dan 355 masih menjalani perawatan.

Kendati demikian, kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan mulai melemah. Hal ini ditandai masih adanya kenaikan pasien positif Covid-19 setiap harinya. Sejak diberlakukannya kebijakan new normal atau relaksasi dari pemerintah, beberapa fasilitas publik, seperti pasar, mal, rumah makan, kafe, dan tempat publik lainnya mulai dibuka.

Namun sayang, kesadaran masyarakat untuk mengikuti protokol kesehatan masih kurang. Kerumunan orang terlihat dimana-mana, masyarakat enggan mengenakan masker saat keluar rumah, dan ada sejumlah tempat layanan publik belum menyiapkan tempat cuci tangan. Selama pandemi Covid-19, kita sempat disuguhkan dengan antrean dan mengabaikan aturan jaga jarak

Secara kasat mata, protokol kesehatan sudah begitu banyak yang dilanggar. Masyarakat mengendari sepeda motor atau pergi ke pasar tanpa mengenakan masker. Tempat-tempat nongkrong, seperti kafe, angkringan ataupun rumah makan hamper tiap malam ramai dikunjungi warga. Jadi tidaklah aneh, sejak diberlakukannya masa new normal, kasus Covid-19 di Kalimantan Timur, khususnya Kota Balikpapan bertambah. Meski tak dipungkuri, sebagai kota transit, penambahan kasus Covid-19 di Balikpapan kebanyakan orang luar atau tengah melakukan perjalanan

Kebijakan Presiden RI Joko Widodo memberikan sanksi tegas kepada pelanggar protokol kesehatan Covid-19 perlu mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah serta aparat penegak hukum, yakni TNI dan Polri..

Salah satu langkah tegas yang diambil Pemerintah Kota Balikpapan adalah menutup sejumlah kantor pelayanan publik dan larangan berkumpul bagi masyarakat. Rumah makan, kafe dan tempat-tempat layanan publik ditutup untuk beberapa hari. Pelayanan kuliner, rumah makan dan kafe hanya boleh pesan antar, tidak boleh makan di tempat.

Selain itu, masyarakat yang keluar rumah wajib mengenakan masker. Walikota Balikpapan Rizal Effendi tengah memikirkan sanksi bagi masyarakat yang melanggar protokol kesehatan. Seperti di beberapa daerah, bagi masyarakat yang tidak mengenakan masker saat di luar rumah dikenai sanksi denda atau sanksi lain sebagai efek jera.

Meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan merupakan suatu keharusan, terutama dalam menggerakkan kembali perekonomian masyarakat di tengah pandemi virus Corona. Jika kita biarkan mengabaikan protokol kesehatan, maka justru akan menjadi masalah baru bagi daerah kita. Dengan adanya sanksi ini, maka tingkat kesadaran masyarakat akan menjadi lebih baik bahkan dapat berimbas pada membaiknya perekonomian yang sebelumnya menurun.

Penerapan protokol kesehatan sebenarnya tidaklah sulit, salah satunya adalah memakai masker saat keluar rumah. Namun kenyataannya tidak sedikit yang enggan menerapkannya bahkan saat kumpul bersama.

Presiden Jokowi dalam sebuah kesempatan menyampaikan bahwa sosialisai dan edukasi masih kurang cukup dalam meningkatkan kedisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan. Oleh karena itu, Presiden sudah menyiapkan sanksi tegas bagi para pelanggar, berupa denda atau kerja sosial.

Halaman
12
Tags
Opini
Editor: Tohir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved