Kapan Pencairan BLT Tenaga Honor? Jadi Penerima Atau Tidak, Pegawai Non PNS Bisa Cek Pakai Cara Ini

Kapan pencairan BLT tenaga honor? Jadi penerima atau tidak, pegawai non PNS bisa cek pakai cara ini

Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Doan Pardede
Tribunkaltim.co/Geafry N
Ilustrasi tenaga honor atau pegawai non PNS 

TRIBUNKALTIM.CO - Kapan pencairan BLT tenaga honor? Jadi penerima atau tidak, pegawai non PNS bisa cek pakai cara ini.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah membocorkan jadwal pencairan Bantuan Langsung Tunai atau BLT untuk pegawai honor.

Seperti karyawan swasta, pegawai honor di pemerintahan juga mendapat subsidi gaji Rp 600 ribu per bulan.

Dijadwalkan, Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan menyerahkan secara simbolis BLT karyawan swasta pada 25 Agustus ini.

Pemerintah bakal memberikan bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp 600 ribu selama empat bulan bagi karyawan swasta dengan gaji di bawah Rp 5 juta.

Bantuan yang disebut Bantuan Subisidi Upah (BSU) ini merupakan bantuan bantuan langsung tunai sebagai stimulus untuk meningkatkan daya beli dan mencegah resesi ekonomi.

Ramalan Zodiak Cinta Selasa 18 Agustus 2020, Aries Mudah Menyerah, Taurus Manjakan Diri Sendiri

Eks Bendahara Demokrat Bebas dari Penjara, Mendadak KPK Sebut Nazaruddin Bukan Justice Collaborator

Edisi Terbatas, Cara Dapatkan Uang Baru Rp 75 Ribu bagi Warga Kaltim, Satu Orang Dapat Selembar

Terkait hal tersebut, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah membeberkan, pemberian bantuan tersebut akan mulai dilakukan pada 25 Agustus mendatang, dan akan dilakukan secara simbolik oleh Presiden Joko Widodo ( Jokowi).

"Rencananya, Bapak Presiden menyerahkan secara langsung dan me-launching. Insya Allah tanggal 25 Agustus ini," ujarnya, dalam keterangan tertulis, dikutip pada Senin (17/8/2020).

Tak hanya karyawan swasta, subsidi gaji ini juga bakal diberikan untuk pegawai pemerintah non pegawai negeri sipil dengan gaji di bawah Rp 5 juta.

Selain gaji di bawah Rp 5 juta, Ida menambah, karyawan dan pegawai yang menerima bantuan harus tercatat sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan.

Dilansir dari Kompas.com, sampai saat ini pemerintah telah mengantongi sekitar 12 juta rekening calon penerima bantuan subsidi gaji atau upah dari BPJS Ketenagakerjaan.

"Sekarang alhamdulillah, teman-teman pekerja kita yang menjadi peserta BPJS (Ketenagakerjaan) datanya sudah 12 juta nomor rekening sudah masuk," kata Ida.

"Kita minta teman-teman BPJS untuk memvalidasi datanya dan kami di Kementerian Ketenagakerjaan menerima datanya dari BPJS Ketenagakerjaan. Jadi yang melakukan validasi adalah teman-teman dari BPJS Ketenagakerjaan," tambah Ida.

Nantinya, subsidi upah yang diberikan sebesar Rp600.000 selama 4 bulan atau total senilai Rp2,4 juta.

Halaman
1234
Sumber: TribunnewsWiki
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved