Breaking News:

Proyek Pekerjaan Jalan Malinau-Nunukan Terpaksa Berhenti, Harga Solar di Krayan Rp 35 Ribu per Liter

Dampak ditutupnya akses masuk jalur distribusi barang dari Malaysia ke Indonesia, di daerah Krayan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara.

TRIBUNKALTIM.CO
Salah satunya terhentinya proyek pengerjaan pembangunan infrastruktur jalan tembus baru Malinau-Nunukan (Krayan), karena pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar tidak masuk sejak Maret silam. 

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Dampak ditutupnya akses masuk jalur distribusi barang dari Malaysia ke Indonesia, di daerah Krayan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) melebar kemana-mana.

Salah satunya terhentinya proyek pengerjaan pembangunan infrastruktur jalan tembus baru Malinau-Nunukan (Krayan), karena pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar tidak masuk sejak Maret silam.

Salah satu pekerja proyek pembangunan jalan, Rajab menuturkan, saat itu pekerjaan pembangunan jalan tembus baru Malinau-Nunukan terhenti karena tidak ada pasokan solar dari Malaysia.

“Ia, Mas. Sementara pembangunan jalan ini dihentikan. Sebab, tidak ada solar kita untuk mengaktifkan alat-alat berat kita,” ujarnya saat dihubungi awak TribunKaltim.co melalui telepon selularnya, pada Selasa (18/8/2020).

Ditargetkan Mulai April 2021, Meksiko Butuh 200 Juta Dosis Vaksin Corona

NEWS VIDEO Putus Jalur dari Malaysia, Masyarakat Krayan Nunukan Kesulitan Dapatkan BBM

Positif Covid-19, Pasutri di Samarinda Dijemput Petugas Dini Hari, Punya Gejala Batuk dan Demam

Pernah, dibeberkan Rajab, solar didatangkan dari Indonesia dengan diangkut menggunakan pesawat terbang. Namun, beberapa kali metode pengadaan itu dilakukan, perusahaan pengerja tidak mampu meneruskan.

“Sempat dulu solar diangkut pake pesawat. Tapi, biaya ongkos angkutnya itu sangat besar. Bukan hanya itu, jumlah solar yang diangkutpin terbatas. Sedangkan, kebutuhan solar untuk proyek cukup besar,” tuturnya.

Dahulu, dijelaskan Rajab, setiap liter solar dari Malaysia dihargai Rp 13 sampai 15 ribu. Saat ini, setelah jalur Malaysia ditutup harga solar naik satu kali lipat menjadi Rp 35 ribu per liter.

“Kalau masih ada solar dari Malaysia, proyek pengerjaan jalan lancar dilaksakan. Tapi, sekarang ini tidak ada solar dari sana. Jadi, kalau mau beli solar ya dengan harga segitu. Jelas saja perusahaan kesulitan,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM), di daerah Krayan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) berimbas kepada tingginya harga BBM di sana.

Terutama BBM jenis Solar, yang dibandrol dengan harga Rp 35 ribu per liter. Solar memang menjadi primadona di daerah tersebut. Sebab, bahan bakar inilah yang biasa digunakan untuk modal bekerja.

Halaman
12
Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved