Breaking News:

Tahun Baru Islam

Ketua MUI Samarinda: Renungan Diri Kala Tahun Baru Hijriah Dibalik Pandemi Covid-19 

KH. Muhammad Zaini Naim Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Samarinda sampaikan renungan Tahun Baru Islam.

Penulis: Muhammad Riduan | Editor: Budi Susilo
istimewa
Dalam kalender hijriah perpindahan waktu itu adalah sewaktu Maghrib, maka pada waktu sorenya sebelum tahun hijriah berpindah bulan Muharam 1441 hijriah ke 1442 hijriah, banyak - banyak meminta ampun kepada Tuhan. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA -  KH. Muhammad Zaini Naim Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Samarinda sampaikan renungan Tahun Baru Islam di tengah pandemi Corona

Berikut ini pemaparan pesan dari KH Muhammad Zaini Naim. 

Di balik pandemi covid-19 atau virus Corona yang melanda hampir di seluruh permukaan bumi ini, pada hari Kamis 20 Agustus 2020 merupakan tahun baru Islam atau disebut Hijriyah.

Namun di balik itu, sebagai umat muslim tetaplah wajib bersyukur atas nikmat umur yang karuniakan ya.

Doa Akhir Tahun dan Doa Awal Tahun, Amalan Jelang Tahun Baru Islam 1 Muharram 1422 H

LENGKAP Kata Mutiara dan Ucapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1442 H, Kirim WhatsApp dan Status FB IG

Bagi setiap insan, ada tiga hal yang harusnya menjadi perenungan pada situasi covid-19 yang merupakan wabah yang menimpa saat sekarang.

Pertama, apabila wabah ini menimpa kepada orang yang merasa dirinya sudah baik, harus lah kita bersabar karena Tuhan sedang mengangkat drajat menjadi lebih baik lagi, hal itu dalam istilah Tashawaf (diangkat Maqomnya).

Umpama orang yang sekolah, ketika mau naik kelas maka harus ada ujiannya terlebih dahulu, dalam Alquran dijelaskan bahwa janganlah mengaku beriman sebelum dirinya diuji.

Disebutkan dalam Firman Allah SWT :  2) Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, “Kami telah beriman,” dan mereka tidak diuji? 3) Dan sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta.(QS. al-Ankabut/29: 2-3)

Kedua, apabila menimpa kepada diri yang dirasa kadang baik, kadang tidak, kadang taat kadang tidak, artinya itu merupakan sebuah teguran Tuhan.

Ha itu bagus apabila masih ditegur, artinya dirimu janganlah lagi berbuat jelek ke depannya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved