Breaking News:

Tahun Baru Islam

Inilah Makanan-makanan Khas Perayaan Tahun Baru Islam di Berbagai Daerah di Indonesia

Inilah makanan - makanan khas perayaan Tahun Baru Islam di berbagai daerah di Indonesia

Editor: Nur Pratama
Tribun Jogja/Siti Umaiyah
Warga Sosromenduran Yogyakarta saat mengikuti Tradisi Ruwahan Apem Massal di Kelurahan Sosromenduran, Sabtu (27/4/2019) 

TRIBUNKALTIM.CO - Inilah makanan - makanan khas perayaan Tahun Baru Islam di berbagai daerah di Indonesia

Perayaan datangnya Tahun Baru Islam dalam penanggalan Hijriyah bisa dilakukan dengan berbagai cara.

Setiap daerah pasti memiliki tradisinya masing-masing untuk merayakan datangnya bulan Muharram ini.

Tahun Baru Islam di beberapa daerah di Indonesia dirayakan dengan mengadakan syukuran, memanjatkan doa, dan pastinya bersantap bersama.

Berikut beberapa makanan yang identik dengan perayaan Tahun Baru Islam di berbagai daerah di Indonesia.

 Kumpulan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1442 H, Cocok Dikirim Lewat WA Atau Status FB

 Hidup Kembali Saat Jenazah Dimandikan, Gadis 12 Tahun Ini Sempat Bertahan 1 Jam, Penjelasan Dokter

 Kabar Gembira, Resmi PNS/ASN Libur 11 Hari, Pengganti Cuti Bersama Idul Fitri, Catat Tanggalnya

1. Bubur suro

Sesuai namanya, bubur suro selalu hadir saat Tahun Baru Islam yang bertepatan dengan 1 Suro di kalender Jawa. Biasanya bubur suro bisa ditemukan di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera Selatan.

Bumbu yang digunakan pada bubur suro cukup berbeda dari bubur pada umumnya, yakni jahe, santan, dan sereh.

Tak itu saja, bubur suro ini juga penuh dengan filosofi karena jadi uba rampe atau alat untuk memaknai datangnya Tahun Baru Islam. Bubur suro ditaburi tujuh jenis kacang dan toping yang berbeda setiap daerah.
Bubur suro juga biasa didampingi oleh bahan lain yang berjumlah tujuh seperti tujuh jenis buah-buahan yang berjumlah masing-masing tujuh butir.

2. Bubur asyura

tribunnews
bubur asyura (Tribun Timur/Yayu Fathilal)

Setiap 10 Muharram, umat Islam di Kalimantan Selatan menggelar tradisi khusus yakni Puasa Asyura.

Selain melaksanakan puasa sunnah tersebut, orang-orang Banjar juga biasanya memasak Bubur Asyura.

Bubur ini berwarna kuning, dengan rasa gurih dan dibuat dari banyak sekali bahan.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved