Breaking News:

Disorot Dana Rp 90,45 M untuk Influencer, Ini Daftar Kementeriannya dan Kekhawatiran ICW dan YLBHI

Dana sebesar Rp 90,45 M yang dialokasikan Pemerintah untuk jasa influencer disorot, ini daftar kementeriannya, dan kekhawatiran ICW dan YLBHI

Penulis: Amalia Husnul Arofiati | Editor: Rafan Arif Dwinanto
canva/tribunkaltim
Ilustrasi. Dana sebesar Rp 90,45 M yang dialokasikan Pemerintah untuk jasa influencer disorot, ini daftar kementeriannya, dan kekhawatiran ICW dan YLBHI 

TRIBUNKALTIM.CO - Dana sebesar Rp 90,45 M yang dialokasikan Pemerintah untuk jasa influencer disorot, ini daftar kementeriannya, dan kekhawatiran ICW dan YLBHI

Pemerintah telah menghabiskan dana sebesar Rp 90,45 M jadi sorotan Indonesia Corruption Watch ( ICW ) dan YLBHI.

Berikut daftar kementerikan yang gunakan jasa influencer, dan kekhawatiran ICW dan YLBH terkait penggunaan influencer yang mulai muncul tahun 2017.

"Total anggaran belanja pemerintah pusat untuk aktivitas yang melibatkan influencer mencapai Rp 90,45 miliar," kata peneliti ICW Egi Primayogha dalam konferensi pers, Kamis (20/8/2020).

Angka tersebut didapat dari hasil penelusuran ICW pada situs Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) sejumlah kementerian dan lembaga pada periode 2014-2018.

Terdapat 34 kementerian, 5 lembaga pemerintah nonkementerian (LPNK), serta dua institusi penegak hukum yakni Kepolisian RI dan Kejaksaan Agung yang ditelusuri.

Artis dan Influencer Minta Maaf Seusai Promosikan Omnibus Law RUU Cipta Kerja, Penjelasan Istana

ICW Desak Kejagung Cabut Pendampingan Hukum Jaksa Pinangki, Diduga Tersangkut Kasus Djoko Tjandra

ICW Sindir KPK Masuk Fase New Normal, Kasus Eks Caleg PDIP Harun Masiku Jadi Bukti

ICW Bocorkan Penyebab Harun Masiku Sulit Ditangkap KPK, Ada Peran Partai Megawati dan Firli Bahuri

Egi menuturkan, pengadaan untuk aktivitas yang melibatkan influencer baru muncul pada 2017 dan terus berkembang hingga 2020 dengan total paket pengadaan sebanyak 40 sejak 2017-2020.

"Di tahun 2014, 2015 dan 2016 kami tidak menemukan kata kunci itu.

Mulai ada penggunaannya di tahun 2017, hingga akhirnya meningkat di tahun berikutnya," kata Egi.

Egi menuturkan, instansi dengan anggaran pengadaan jasa influencer adalah Kementerian Pariwisata dengan nilai Rp 77,6 miliar untuk 22 paket pengadaan jasa influencer.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved