Breaking News:

Virus Corona di Balikpapan

Musim Pandemi Covid-19, Produksi Cireng Beku di Balikpapan Stabil 60 Bungkus per Hari

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) melakukan banyak inovasi bertahan ditengah pandemi virus Corona.

TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN
Defiana Achmad Noor pemilik Cimor, cireng kepiting khas Balikpapan. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) melakukan banyak inovasi bertahan ditengah pandemi virus Corona.

Tak jarang banyak yang menciptakan tren bisnis baru. Khusus UMKM kuliner, tren bisnis yang berkembang di masyarakat seperti kopi literan hingga makanan beku.

Pelaku UMKM menawarkan inovasi ini untuk menjangkau konsumen di rumah, agar lebih praktis dan efisien. Apalagi daya beli masyarakat yang kurang akibat pembatasan sosial.

Penjualan makanan frozen, bisa dikatakan tidak mendapat dampak signifikan dari penyebaran wabah ini.

Cara Bikin Cireng Kucai Krispi yang Super Enak, Bikin Keluarga Pengen Ngemil Terus

VIDEO - Roasting Stuffed Chicken, Churros dan Cireng Jadi Menu Cooking Class di Grand Jatra Hotel

Pelaku usaha pemilik Cimor, akronim dari Cireng Morotai, Defiana Achmad Noor, yang menawarkan cireng kepiting khas Balikpapan menyebut selama pandemi, penjualan produk miliknya cenderung stabil.

Cireng dengan tiga 4 varian rasa tersebut, yakni kepiting, ebi, pedas, dan original disajikan dengan bentuk kemasan siap goreng dan dalam kondisi beku.

Cireng Kari
Cireng Kari (Sajian Sedap)

"Selama covid-19, kita tetap produksi. Bagaimana pun, kita memperkerjakan orang," ujar perempuan yang kerap disapa Defi ini, Jumat (21/8/2020).

Defi dalam kegiatan produksi sehari-hari, mengaku dibantu dia orang karyawan. Perempuan yang juga bekerja sebagai karyawan swasta ini menyebut, di musim seperti ini, untuk tetap survive, promosi adalah hal yang betul-betul di gencarkan.

"Berdampak adanya pandemi, iya, apalagi waktu bulan puasa permintaannya turun sekali," ujarnya.

"Mensiasati itu, saya bikin produk lain, yakni empek-empek ikan tenggiri, produk itu yang naik permintaannya. Untuk menutupi cireng. Alhamdulillah kan, cireng awet, tahan 4 bulan di freezer dan kita non pengawet," sambungnya.

KPU Samarinda Gelar Pleno, Wakil Paslon Parawansa-Markus Belum Terlihat, Rapat Diskors 15 Menit

Ribuan Dukungan Bacalon Walikota Samarinda Parawansa-Markus di 2 Kecamatan, Belasan Penuhi Syarat

Defi menyebut, produksi yang dilakukan saat ini stabil, yakni 60 pcs cireng pernah harinya. Satu bungkus berisi 12 buah cireng, lengkap dengan sambal rumahnya. Harga yang dipatok pun variatif, mulai dari Rp20.000 hingga Rp30.000.

"Sementara untuk saat ini kita fokus cireng, untuk cilok, masih kewalahan. Ke depan, rencana mau launching cilok kepiting dan bakso aci kepiting," pungkasnya.

(TribunKaltim.co)

Penulis: Heriani AM
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved