Breaking News:

Virus Corona di Bontang

Cegah Stigma Sosial pada Panderita Covid-19, Pemerintah Kota Bontang Minta Media Lakukan Hal Ini

Perasaan bingung, cemas dan takut terhadap informasi yang memunculkan stigma sosial, bahkan diskriminasi jadi beban berat warga terkonfirmasi positif

TRIBUNKALTIM.CO/M FACHRI RAMADHANI
Kepala Dinkes Bontang, dr Bahauddin 

TRIBUNKALTIK.CO, BONTANG - Kepala Dinkes Bontang, dr Bahauddin menerangkan, sebagai penyakit baru, banyak hal yang belum diketahui tentang Covid-19.

Perasaan bingung, cemas dan takut terhadap informasi yang memunculkan stigma sosial, bahkan diskriminasi jadi beban berat warga terkonfirmasi positif corona di Bontang, Kalimantan Timur.

Menurutnya, stigma itu yang membuat orang kebanyakan menyembunyikan sakitnya. Hal itu jugalah yang mencegah mereka mencari bantuan kesehatan lebih cepat ketika mengalami sakit. Bahkan tidak menjalankan protokol kesehatan dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.

"Misalnya harus isolasi mandiri setelah berpergian," ungkapnya.

dr Bahauddin menyebut pemikiran tersebut justru berbahaya dan merugikan banyak orang. Saat ini hal terpenting adalah bagaimana masyarakat dapat berkontribusi secara sosial sesuai kemampuan dan keahlian masing-masing.

Baca juga;  Tak Mau Lingkungan jadi Tempat Transaksi Sabu, Ini yang Dilakukan Warga DI Panjaitan Bontang

Baca juga; Sagitarius Lelah Hati, Gemini Lagi Sayang-sayangnya, Ramalan Zodiak Cinta Minggu 23 Agustus 2020

Diuraikannya, semua pihak memiliki peran penting dalam mengurangi stigma sosial. Pemerintah, pejabat publik, pemimpin agama, tokoh masyarakat, warga masyarakat, media, influencer, dan komunitas dapat memperkuat pesan untuk mengurangi stigma tersebut.

Selain itu mengajak warga untuk merenung dan berempati terhadap mereka yang terdampak, serta mengumpulkan gagasan untuk mendukung mereka juga diperlukan dalam situasi saay ini. Adapun sikap-sikap yang diharapkan pemerintah terhadap warga Bontang, di antaranya :

1. Membangun rasa percaya ke tim penanganan Covid-19 yang ada, baik pemerintah dan jajarannya serta perusahaan.

2. Menunjukkan empati kepada mereka yang terdampak, memberikan bantuan moral, tenaga, maupun material .

3. Mencari dan menyebarkan informasi yang benar dan dapat dipertanggung jawabkan, tidak ikut menyebarkan hoax atau berita berantai yang tidak jelas sumbernya.

4. Melakukan upaya praktis dan efektif yaitu selalu menerapkan protokol kesehatan di manapun, tidak segan-segan mengingatkan orang lain dengan cara persuasif.

Pihaknya juga meminta media mempromosikan konten seputar praktik pencegahan infeksi dasar, gejala Covid-19, dan kapan harus mencari perawatan kesehatan. Hal tersebut penting untuk meningkatkan kewaspadaan. Bukan justru menebar kepanikan.

"Untuk meredam kegelisahan sosial, jurnalis juga dapat meliput orang-orang yang telah pulih dari Covid-19 serta para tenaga kesehatan dan komunitas relawan yang berperan baik," pintanya. (Tribunkaltim.co/Fachri)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved