Breaking News:

Dorong Industri Kreatif, Asa Baru Perekonomian Balikpapan

Balikpapan tidak hanya bisa bertumpu pada 4 sektor perekonomian. Namun harus mengembangkan sektor-sektor yang lebih inovatif, dan kreatif.

TRIBUNKALTIM.CO/HERIANI AM
salah seorang pelaku ekonomi kreatif di Balikpapan. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kota Balikpapan terkenal sebagai kota jasa, pusat industri, dan perdagangan. Pendapatan Asli Daerah (PAD) selama 10 terakhir, ditunjang industri oleh pengolahan sebanyak 46 persen, konstruksi 16 persen, transportasi 12 persen dan perdagangan 9 persen. 83 persen industri Balikpapan ditopang oleh 4 sektor ini.

Adi Supriadi selaku Pemerhati Kebijakan Publik Kota Balikpapan menilai dalam konsep ke depan, Balikpapan tidak hanya bisa bertumpu pada 4 sektor perekonomian. Namun harus mengembangkan sektor-sektor yang lebih inovatif, dan kreatif.

"Apalagi saat ini kita sudah memasuki industri 4.0, sehingga ekonomi kreatif harus di dorong," ujarnya, Selasa (25/8/2020).

Baca Juga: Langkah Membuat Kerajinan Enceng Gondok, Kunci Jawaban TVRI Soal SMP Belajar dari Rumah15 Mei 2020

Baca Juga: Ekonomi Kreatif Mulai Berkembang di Balikpapan,16 Sektor Dikembangkan Mulai Kuliner Sampai Kerajinan

Adi mengusulkan sarana pendukung ekonomi kreatif seperti balai latihan kerja berbasis digital. Dengan itu dinilai bisa menjadi penopang ekonomi baru di kota Minyak.

"Saya membayangkan jika ekonomi kreatif berbasis IT ini bisa dikembangkan ke depan, saya kira akan ada capital include yang akan masuk, puluhan bahkan ratusan miliar, sehingga bisa menggerakkan multiplayer effect di Balikpapan," urainya.

Industri baru tersebut, lanjut Adi bisa menekan angka pengangguran. Diketahui angka pengangguran tahun 2019 sebesar 7,9 persen atau sekira 23 ribu jiwa, terserap disektor formal sekira 5 ribu orang, sisanya merupakan pekerjaan informal.

Inovasi pemerintah untuk men-formalkan sektor informal, kata Adi, mesti dilakukan. Langkah tersebut diambil untuk menguatkan pondasi di sektor mikro. Agar para pekerja informal bisa mengakses KUR dengan bunga rendah, usahanya bisa berkembang. Hulunya akan kembali ke pemerintah dalam bentuk pajak.

Adi juga menyinggung soal wabah Covid-19 yang melanda hampir seluruh wilayah Tanah Air bahkan dunia. Secara makro ekonomi, Balikpapan cukup baik-baik saja, kecuali di tahun 2020 ditengah pandemi Covid-19. Perekonomian mengalami kontraksi, dan kemungkinan pertumbuhannya melambat bahkan minus.

"Mudah-mudahan di kuartal III 2020 pertumbuhannya bisa positif sehingga kita tidak memasuki masa resesi," tutupnya. (*)

Baca Juga:NEWS VIDEO Viral, Batik Disebut Kerajinan Tradisional China, Netizen Ramai Ribut di Twitter

Baca Juga: Jawaban Soal TVRI SMP, Tuliskan Tahap Awal Enceng Gondok untuk Dapat Menjadi Bahan Baku Kerajinan!

Penulis: Heriani AM
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved