Kasus Corona Melonjak, DPRD Bontang Minta Penutupan Fasilitas Umum Harus Adil
Sejumlah penutupan fasilitas umum oleh pemerintah di Bontang ditanggapi wakil rakyat satu ini.
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Sejumlah penutupan fasilitas umum oleh pemerintah di Bontang ditanggapi wakil rakyat satu ini.
Namanya Agus Haris, Wakil Ketua DPRD Bontang. Menurutnya penutupan fasilitas harus berlandaskan keadilan.
"Kalau semisal ada yang ditutup, tapi ada yang dibuka. Itu wajib jadi perhatian. Kebijakan itu harus adil. Semua harus merasa memiliki keputusan itu. Ketika ada fasilitas umum ditutup, wajib harus adil," ujar politisi Gerindra Bontang.
Menurutnya, semua yang berkaitan dengan titik berkumpulnya massa harus dipikirkan kembali untuk dilakukan penutupan.
• 29 Pasien Positif Corona Masih Dirawat di 3 Rumah Sakit Bontang, 106 Orang Jalani Isolasi Mandiri
• KABAR MENGEJUTKAN dari Jakarta, UPDATE Sebaran di Corona Indonesia Senin (24/8): Tambah 3.560 Sembuh
Bila mengedepankan aspek kesehatan maka tempat-tempat itu segera disterilkan. Kemudian ditutup agar pandemi tak menyebar kemana-mana.
"Saya rasa mungkin ada tahapan. Pasti akan ada kebijakan baru. Didiskusikan semua pihak. Harapannya tak ada masyarakat merasa dirugikan. Insha alloh kebijakan tak bakal.merugikan siapa pun," harapnya.
Disinggung soal klaster perusahaan yang jadi penyumbang kasus positif terbanyak di Bontang, Agus Haris mengaku kaget awal munculnya klaster PKT.
"PKT kita tahu. Area yang kita anggap, sterilisasi keamanannya tingkat nasional. Tapi kenapa bisa kecolongan. Sanhat disayangkan. Kami meminta kepada PKT, agar semua akses penyebaran, ditutup rapat-rapat. Tapi saya yakin PKT sudah lakukan," ungkapnya.
• BREAKING NEWS Bontang Tambah 48 Kasus Positif Virus Corona, 47 Orang Asal Klaster PKT
• Kabar Buruk Ancam Penyerang AC Milan Zlatan Ibrahimovic Setelah Pelatih Bologna Positif Virus Corona
Jelas ini musibah bagi Pupuk Kaltim, kata anak buah partai besutan Prabowo Subianto ini. Pemulihan kondisi harus segera dilakukan dengan cepat. Agar tak mengganggu produksi.
"Di PKT, produK setiap hari wajib produksi. Pupuk dan hasil pabrik lainnya tak boleh berhenti. Semoga tidak terdampak masuk ke dalam pabrik. Pupuk kaltim salah satu BUMN yang menopang perekonomian negara," katanya.
Agus Haris meminta masyarakat jangan terlalu panik dan takut. Keduanya merupakan salah satu penyakit akut juga di tengah pandemi.
"Bukan juga kita mau, sok, tak mau ikuti anjuran oemerintah. Jaga jarak, cuci tangan dan masker jadi yang utama. Hindari interaksi fisik secara langsung," tuturnya. (Tribunkaltim.co/Fachri)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/dprd-bontngtg.jpg)