Breaking News:

Kepala Kantor Kemenag Tarakan Tegaskan Setiap Calon Pengantin Wajib Ikut Bimwin yang Digelar BP4

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tarakan, Muhammad Shaberah mengatakan, pihaknya menggelar bimbingan teknis fasilitator Bimbingan Perkawinan (Bim

Penulis: Risnawati | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/RISNAWATI
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tarakan, Muhammad Shaberah menegaskan seluruh calon pangantin yang akan menyelenggarakan pernikahan wajib mengikuti Bimwin yang dilaksanakan Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4). 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN- Kepala Kantor Kemenag Tarakan, Muhammad Shaberah mengatakan,  pihaknya menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Fasilitator Bimbingan Perkawinan (Bimwin) pada hari ini, Selasa (25/8/2020).

Muhammad Shaberah Fasilitator mengemukakan, Bimwin ini ada sekitar 10 orang dari kota Tarakan yang diminta Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Utara (Kanwil Kemenag Kaltara) untuk mengikuti Bimtek fasilitator Bimwin tersebut.

"Jadi di Tarakan, Alhamdulillah sebenarnya sudah jalan untuk Bimwin sejak 2018. Cuma dengan adanya kegiatan pelatihan fasilitator ini untuk memperkuat lagi.

Artinya narasumber ya fasilitator itu kan narasumber. Jadi narasumber itu lebih diberikan lagi pemahaman lebih biar bisa nanti mengedukasi kepada Catin (calon pengantin)," ujar dia.

Ia menegaskan seluruh calon pangantin yang akan menyelenggarakan pernikahan wajib mengikuti Bimwin yang dilaksanakan Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4).

Baca juga: NEWS VIDEO Hari Ini Ridwan Kamil Disuntik Vaksin Covid-19, Berikut Persiapan Gubernur Jawa Barat

Baca juga:  Ketahuan Tilep Uang Pajak Kantor, Karyawati Sewa Pembunuh Bayaran untuk Tembak Mati Bosnya

"Jadi sebenarnya BP4 ini kan organisasi semi pemerintah yang berada di bawah Kementerian Agama khususnya di Dirjen Bimas Islam.

Itu sudah jalan setiap hari Rabu dan Kamis cuma sekarang dibatasi setiap angkatan itu hanya 15 pasang dan wajib mengikuti Bimwin 2 hari," tuturnya.

Kenapa harus 2 hari, karena ada 16 jam pelajaran yang harus diikuti oleh para Catin yang sumbernya adalah dari BP4 itu sendiri.

"Kebetulan dari BNN ingin ikut mengajar, jadi kami masukkan dalam rangka ketahanan keluarga itu ya. Artinya mereka harus menghindari narkoba dan sebagainya itu," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved