Breaking News:

Berita Pemprov Kalimantan Timur

Norbaiti Isran Ingatkan Ibu-ibu Kalau Marah Jangan ke HP, Ujung-ujungnya Bisa Bermasalah Hukum

TP PKK Provinsi Kaltim bekerjasama dengan Kanwil Hukum dan HAM mengggelar Kegiatan Religius dan Penyuluhan Hukum.

HUMASPROV KALTIM/SAMSUL ARIFIN
PENYULUHAN HUKUM - Ketua TP PKK Kaltim Hj Norbaiti Isran Noor dan Wakil Ketua I Hj Erni Makmur Hadi Mulyadi foto bersama saa TP PKK Kaltim bekerjasama dengan Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Kaltim mengggelar Kegiatan Religius dan Penyuluhan Hukum di Aula Gedung PKK Kaltim Jalan M Yamin Samarinda, Senin (24/8/2020). Penyuluhan hukum ini dihadiri 

SAMARINDA - TP PKK Provinsi Kaltim bekerjasama dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kaltim mengggelar Kegiatan Religius dan Penyuluhan Hukum. Acara digelar di Aula Gedung PKK Kaltim Jalan M Yamin, Senin (24/8/).

Penyuluhan hukum ini dihadiri Ketua TP PKK Kaltim Hj Norbaiti Isran Noor dan Wakil Ketua I Hj Erni Makmur Hadi Mulyadi dan para pengurus lainnya, khususnya anggota Pokja I. Peserta sosialisasi adalah ibu-ibu anggota majelis taklim di Samarinda.

Narasumber yang dihadirkan berasal dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kaltim. Secara umum mereka menjelaskan tentang bagaimana memanfaatkan media sosial dengan baik agar terhindar dari permasalahan hukum.

"Ini peringatan buat para ibu. Pokoknya kalau marah jangan ke HP. Semua dikeluhkan ke media sosial. Ujungnya bermasalah dengan hukum. Ternyata berbahaya sekali kan," kata Hj Norbaiti Isran Noor usai penyuluhan hukum tersebut.

Norbaiti lalu menguraikan, sangat berbahaya ketika ibu-ibu sedang marah dengan orang lain, suami, teman, keluarga, organisasi sosial/profesi, bahkan pemerintah, lalu menyiarkannya di media sosial, maka postingan itu sangat berpotensi menimbulkan permasalahan hukum di kemudian hari.

Istri Gubernur Isran Noor ini juga mengingatkan agar para ibu tidak menebarkan fitnah di media sosial dan menyebarkan hate speech atau ujaran kebencian. Tidak pula melakukan penghinaan, pencemaran nama baik, penistaan, provokasi, menghasut dan lainnya. Atau melempar pernyataan yang bisa menginspirasi orang lain untuk melakukan kekerasan kepada seseorang atau kelompok lain.

"Jadi, kalau dapat info, jangan asal share. Apalagi isinya fitnah. Jangan disimpan, kalau perlu dihapus. Bila ragu, sebaiknya tanyakan dengan ahlinya," pesannya.

Dia juga mengingatkan agar ibu-ibu tidak membagikan data pribadi ke media sosial, karena itu akan mengundang orang lain untuk melakukan kejahatan, seperti penipuan.

"Cerdas dan bijaklah bermedia sosial. Apalagi di musim pilkada ini. Lebih hati-hati," pesan mantan Legislator Senayan itu. (sul/adv)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved