Breaking News:

Realisasi Pendapatan Negara hingga Juli 2020 Rp 992 T, Sri Mulyani: Turun Dibandingkan Periode 2019

Hingga bulan Juli 2020, realisasi pendapatan negara Rp 922 T, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan angka ini turun dari periode yang sama 2019

Tribunnews/Jeprima
Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani berpidato saat menghadiri seminar Nota Keuangan APBN 2020 Mengawal Akuntabilitas Penerimaan Negara di Gedung Nusantara IV DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (21/8/2019). Hingga bulan Juli 2020, realisasi pendapatan negara Rp 922 T, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan angka ini turun dari periode yang sama 2019. 

TRIBUNKALTIM.CO - Hingga bulan Juli 2020, realisasi pendapatan negara Rp 922 T, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan angka ini turun dari periode yang sama 2019.

Realisasi pendapatan negara hingga Juli 2020 capai Rp 922,2 triliun atau 54,3 persen dari target perubahan APBN dalam Perpres 72 Tahun 2020 sebesar Rp 1.699,9 triliun demikian disampaikan Menteri Keuangan ( Menkeu ), Sri Mulyani.

Realisasi pendapatan negara ini, menurut Sri Mulyani turun dibandingkan periode yang sama di tahun 2019

Sri Mulyani menuturkan, pendapatan tersebut turun 12,4 persen year-on-year (yoy) dibandingkan periode sama 2019 yaitu sebesar Rp 1.052,4 triliun yang tumbuh 5,8 persen dari Juli 2018.

"Pertumbuhannya adalah minus 12,4 persen yang salah satunya karena semakin banyak masyarakat dan dunia usaha yang memanfaatkan insentif pajak," kata Sri Mulyani dilansir dari Antara, Rabu (26/8/2020).

Sri Mulyani menuturkan, pendapatan negara turun karena penerimaan perpajakan terkontraksi hingga 12,3 persen (yoy) yaitu hanya Rp 711 triliun atau 50,6 persen dari target perubahan APBN dalam Perpres 72/2020 Rp 1.404,5 triliun.

Pendapatan Nol Persen, Pariwisata Belum Beroperasi Sepenuhnya di Samarinda, Pengunjung Juga Dibatasi

Bukan Soal Gaji ke-13 Belum Cair, Ini Penyebab Utama Pendapatan PNS Turun Saat Pandemi Virus Corona

Pendapatan ASN Gol III Bakal Berkurang Lagi, Jika Usul Ganjar Pranowo Disetujui Jokowi, Potong 50%

APBD PPU Dirasionalisasi Hampir Rp 480 M, Berikut Daftar Item Pendapatan yang Alami Penurunan

Ia merinci penerimaan perpajakan terdiri atas penerimaan pajak Rp 601,9 triliun yang realisasinya 50,2 persen dari target dalam Perpres 72/2020 Rp 1.198,8 triliun dan terkontraksi hingga 14,7 persen (yoy), dibanding periode sama tahun lalu yaitu Rp 705,4 triliun.

Ia menyatakan hampir seluruh jenis pajak utama mengalami kontraksi sepanjang Januari hingga Juli tahun ini yang disebabkan perlambatan ekonomi akibat adanya pandemi Covid-19.

Untuk PPh migas yang terealisasi Rp 19,8 triliun atau 62,1 persen dari target dalam Perpres 72/2020 Rp 31,9 triliun, terkontraksi hingga 44,3 persen dibanding periode sama tahun lalu Rp 35,5 triliun.

Sementara, untuk PPh nonmigas yang terealisasi Rp 582,1 triliun atau 49,9 persen dari target dalam Perpres 72/2020 yakni Rp 1.167 triliun, turut mengalami kontraksi mencapai 13,1 persen dibanding Juli 2019 sebesar Rp 669,9 triliun.

Halaman
12
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved