MENGENAL Wiji Thukul, Aktivis yang Hilang Sejak Tahun 1998, Hingga 5x Ganti Presiden Belum Ditemukan

Mengenal Wiji Thukul, aktivis yang hilang sejak tahun 1998, hingga 5x ganti Presiden belum ditemukan.

KOMPAS/PRIYOMBODO
Gambar Wiji Thukul dalam baliho foto orang hilang lengkap dengan nama dan tanggal hilangnya mereka, di Jalan Diponegoro, Jakarta, Sabtu (8/11/2008). Mengenal Wiji Thukul, aktivis yang hilang sejak tahun 1988, hingga 5x ganti Presiden belum ditemukan. 

TRIBUNKALTIM.CO - Mengenal Wiji Thukul, aktivis yang hilang sejak tahun 1988, hingga 5x ganti Presiden belum ditemukan.

Seniman dan aktivis yang bersuara lewat puisi, Wiji Thukul dilahirkan 26 Agustus 1963 di Solo.

Aktivis asal kampung Jagalan Solo, Jawa Tengah ini hilang sejak tahun 1998 dan hingga Indonesia 5x ganti Presiden, kasusnya belum juga terungkap. 

Tanggal 26 Agustus 2020, pria dengan nama lengkap Wiji Widodo itu semestinya merayakan ulang tahunnya yang ke-57.

 

Ayah dari Fajar Merah dan Fitri Nganthi Wani ini dipastikan hilang setelah kabarnya tidak lagi didapatkan oleh keluarga dan rekan-rekannnya sesama aktivis dari 1998 hingga tahun 2000.

Berdasarkan pemberitaan Harian Kompas, 1 April 2000, istri dari Thukul, Dyah Sujirah alias Sipon, melaporkan hilangnya sang suami kepada Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan ( Kontras ).

Ferdian Paleka Cs Pantas Terima Dua Hukuman, Aktivis HAM Menilai Perlu Ada Sanksi Sosial

Unjuk Rasa ke Gedung DPRD Balikpapan, Para Mahasiswa Bentangkan Spanduk Gambar Widji Thukul

Jadwal dan Materi Unik Belajar dari Rumah di TVRI Selasa 16 Juni 2020, Tayangkan Sosok Wiji Thukul

Gelar Aksi di Jalan, Aliansi Internasional Women Day Tuntut Aktivis Papua Dibebaskan Tanpa Syarat

Sujirah dan adik Thukul, Wahyu, mengaku terakhir kali berhubungan dengan Thukul ada 19 Februari 1998 melalui sambungan telepon.

Setelah itu, Thukul diduga menjadi salah satu korban penculikan bersama para aktivis lainnya.

Koordinator Kontras, Munarman saat itu menjelaskan Thukul masih diketahui kabarnya sekitar Maret-April 1998.

Ketika itu sang penyair bertemu dengan beberapa orang temannya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved