Viral di Medsos

Bocah di Kalimantan Bangun Pagi-pagi Buta jadi Badut Jalanan demi Nasi Bungkus untuk Keluarga

Seorang bocah di Kalimantan rela bangun pagi-pagi buta bekerja jadi badut jalanan demi nasi bungkus untuk keluarga.

Editor: Syaiful Syafar
Instagram @rhmadii__
Seorang bocah di Kalimantan rela bangun pagi-pagi buta bekerja jadi badut jalanan demi nasi bungkus untuk keluarga. Fakta getir ini dialami Rehan, bocah lelaki berusia 9 tahun dengan semangatnya membantu perekonomian keluarga. 

TRIBUNKALTIM.CO - Seorang bocah di Kalimantan rela bangun pagi-pagi buta bekerja jadi badut jalanan demi nasi bungkus untuk keluarga.

Fakta getir ini dialami Rehan, bocah lelaki berusia 9 tahun dengan semangatnya membantu perekonomian keluarga.

Padahal umumnya, anak-anak yang berumur segitu hanya bisa bermain dengan teman sebayanya dan tidak tahu menahu bagaimana mencari uang.

Rehan yang berasal dari latarbelakang keluarga kurang mampu, membantu keluarganya dengan cara menjadi badut jalanan.

Kisah Rehan ini menjadi viral setelah dibagikan oleh akun Instagram @rhmadii_ pada Kamis (27/8/2020).

Di ceritakannya, bocah 9 tahun itu harus bangun pagi-pagi buta sekali untuk bisa menampilkan atraksi badut menggemaskan di depan para pekerja kantoran.

Viral Wanita Tipu Petugas SPBU, Terima Rp 50.000 Tapi Ngaku Rp 10.000, Uang Diselipkan di Ketiak

Ini Unggahan TERBARU dari Adhisty Zara, Setelah Viral Video Mirip Dirinya saat Mesra dengan Kekasih

Cerita Pemuda Gaza soal Kondisi Palestina Bikin Baim Wong Tercengang, Sebut Jakarta seperti Surga

Viral, Wagub Kaltim Hadi Mulyadi Jawab Soal Matematika SMA di Kertas Memo, Begini Kisah di Baliknya

Saat dihubungi Serambinews.com (Tribun Network), Rahmadi mengungkapkan bahwa Rehan sering melakukan pekerjaan menjadi badut jalanan di sekitaran Jalan Gatot Subroto, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

"Sering ketemu sama dia langsung. Dia sering jadi badut di Jalan Gatot Subroto Banjarmasin," ujar Rahmadi, Jumat (28/8/2020).

Bagi sebagian orang, atraksi badut jalanan yang disuguhkan Rehan dinilai ampuh untuk mengusir rasa bosan dan gerahnya jalanan Gatot subroto.

Dibalik atraksi lucu nan menggemaskan Rehan, mereka tidak menyadari bahwa sebetulnya dilakukan oleh anak di bawah umur.

Menurut pengakuan Rehan yang dikisahkan Rahmadi, keputusannya menjadi badut jalanan didasari oleh motif ekonomi, agar ia bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ibunya yang bekerja serabutan hanya mampu mengumpulkan uang untuk membayar biaya sewa kontrakan.

Jika ada rezeki lebih yang didapatkan ibunya, uang tersebut sengaja disisihkan untuk biaya sekolah Rehan.

"Uangnya lumayan. Bisa buat beli nasi bungkus untuk dibawa pulang ke rumah," tutur Rehan, yang ditulis Rahmadi.

REKOR KASUS BARU! UPDATE Sebaran Corona Indonesia 29 Agustus 2020, Terbanyak Bukan dari DKI Jakarta

UPDATE KASUS Penyerangan Polsek Ciracas, Dandim Beber Kronologi, Terkuak Massa Datang dari Titik Ini

Mediasi Soal Warisan Gagal Seorang Pria Tikam Paman hingga Tewas, Sepupunya Kritis di RS

Bahas Calon Pengganti Risma, Megawati Sindir Pihak yang Minta Jokowi Mundur: Banyak yang Tidak Suka

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved