Breaking News:

Patuhi Protokol Kesehatan demi Memutus Mata Rantai Covid-19

PANDEMI Covid-19 di Kalimantan Timur belum juga menunjukkan penurunan. Justru sebaliknya, hari demi hari laporan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19,

TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL
illustrasi 

PANDEMI Covid-19 di Kalimantan Timur belum juga menunjukkan penurunan. Justru sebaliknya, hari demi hari laporan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19, kasus Covid-19 atau bisa dikenal Corona ini terus meningkat.

Data hingga Sabtu (29/08/2020), laporan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kalimantan Timur, ada penambahan 200 kasus positif. Tercatat sudah 3.923 kasus positif Covid tersebar seluruh kabupaten/kota di Kaltim.

Peningkatan kasus Covid-19 di Kaltim sangat terlihat saat adanya kebijakan relaksasi atau dibukanya sejumlah fasilitas umum, dan akses transportasi dari luar daerah. Kehidupan normal baru (New Normal) sebagai upaya menggerakkan kembali aktivitas masyarakat, ternyata belum diikuti dengan ketaatan masyarakat melaksanakan Protokol Kesehatan.

Padahal prinsip utama dari New Normal itu menyesuaikan dengan pola hidup di tengah pandemi. Protokol Kesehatan menjadi aturan yang harus dipatuhi masyarakat dengan menjaga jarak sosial, mengurangi kontak fisik dengan orang lain, sering mencuci tangan pakai sabun, dan menggunakan masker serta menjaga imunitas tubuh.

Pemerintah dan aparat Polri dan TNI berharap semua pihak ikut membantu memberi edukasi kepada masyarakat mengenai pola hidup sehat dan menjaga jarak fisik dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Ada tiga indikator yang harus dipenuhi dalam penerapan New Normal di tengah pandemi Covid-19, yakni aspek epidemiologi berkaitan dengan data kasus Covid. Daerah boleh melakukan New Normal ketika grafik atau kurva kasus Covid-19 mengalami penurunan sebesar 50%. Penurunan terjadi selama 2 minggu sejak terjadinya puncak terakhir.

Kedua aspek surveilans kesehatan masyarakat, artinya mengarah pada sikap aktif dari pemerintah daerah melakukan pelacakan kasus Covid-19 secara masif. Selain itu juga dengan melakukan skrening secara massal melalui rapid test untuk melihat dan menemukan kluster baru pada lapisan masyarakat yang memiliki respon reaktif terhadap Covid-19.

Prinsip dasar penanganan Covid-19 adalah 3T yaitu Test,Tracing, dan Treatment. Uji tes swab dengan polymerase chain reaction (PCR) juga penting untuk mendeteksi dan mengetahui seseorang terkonfirmasi positif atau tidak. Semakin banyak tes yang dilakukan, maka upaya memutus mata rantai penularan Corona akan semakin terarah.

Ketiga, berkaitan dengan pelayanan kesehatan. Semua pelayanan kesehatan yang ada di daerah harus mempunyai fasilitas lengkap untuk penanganan pasien Covid-19. Dengan kata lain memastikan ketersediaan ruang isolasi/ tempat tidur untuk setiap kasus baru di rumah sakit, jumlah APD terpenuhi untuk tenaga kesehatan di RS, ketersediaan/ kecukupan ventilator di RS untuk menangani kasus Covid-19 berat (asumsi 1% kasus positif).

Langkah pemerintah daerah menyiapkan tempat isolasi atau rumah sakit darurat bagi masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19 juga sangat diperlukan. Hal ini untuk menghindari membludaknya pasien positif di rumah sakit rujukan yang berdampak pada pelayanan bagi pasien umum lainnya.

Halaman
123
Tags
Opini
Editor: Tohir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved