Breaking News:

Berita Pemprov Kalimantan Timur

Pemprov-Telkomsel Hadirkan Kartu Internet Merdeka Belajar untuk 160 Ribu Pelajar di 1022 Sekolah

Kolaborasi Pemprov Kaltim dan PT Telkomsel ini menghadirkan Kartu Internet Merdeka Belajar yang akan dibagikan kepada 160 ribu

HUMASPROV KALTIM/YUVITA INDRASARI
BANTU PELAJAR - Gubernur Isran Noor saat menerima kunjungan manajemen PT Telkomsel. Membangun kolaborasi untuk membantu proses belajar di masa pandemi Covid-19, Jumat (28/8/2020). 

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) menggandeng operator telekomunikasi seluler digital Telkomsel untuk membantu para pelajar di Kaltim di masa pandemic Covid-19. Kerja sama akan dilakukan sepanjang September hingga Desember 2020.

Kolaborasi Pemprov Kaltim dan PT Telkomsel ini menghadirkan Kartu Internet Merdeka Belajar yang akan dibagikan kepada 160 ribu pelajar di 1022 sekolah di Kaltim.

"Alhamdulillah Pemprov Kaltim menyambut baik dan apresiasi atas dukungan Telkomsel dalam membantu memudahkan proses belajar mengajar para siswa dan mahasiswa di Kaltim. Dengan memberikan kuota gratis," kata Pj Sekprov Kaltim HM Sa'bani usai mendampingi Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor menerima kunjungan Manajemen Telkomsel, di Kantor Gubernur Kaltim, Jumat (28/8/2020).

Rombongan Telkomsel dipimpin General Mass Market Segment Sales Area Pamasuka Thomas Anda Siaga didampingi General Manager Consumer Sales Regional Kalimantan Ismu Widodo, Manager Branch Samarinda M Norhansyah dan Manager Mass Market Segment Sales Operations Kalimantan Asrianto Bakri Sitti.

Program Kartu Internet Merdeka Belajar diberikan ini merupakan kerja sama antara Pemprov Kaltim dan PT Telkomsel. Telkomsel rencana memberikan bantuan pemotongan biaya berapa persen dari harga kuota tersebut yang sisanya dikerjasamakan dengan pemerintah daerah.
Bahkan Pemprov Kaltim sudah melakukan perencanaan dan penganggaran terhadap program tersebut dengan perkiraan anggaran sekitar Rp17 miliar per bulan. "Alokasi tersebut disesuaikan dengan data yang diberikan kepada Pemprov Kaltim. Mulai jenjang SD, SMP, SMA sederajat dan Perguruan Tinggi," jelas Sa'bani.
Untuk jenjang SMA sederajat data sekolah dan siswa ada di Dinas Pendidikan Kaltim. Sedangkan data jenjang SD dan SMP ada di pemerintah kabupaten dan kota dan diharapkan bisa segera dilaporkan ke provinsi.
"Yang jelas kuota pulsa belajar ini hanya untuk pelajar dan mahasiswa saja. Kita berharap masa pandemi ini segera berakhir dan kembali normal," harapnya.
Namun demikian, karena saat ini direncanakan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga akan memberikan kuota pulsa belajar, maka Pemprov Kaltim masih akan berkoordinasi kembali dengan pusat.
"Semoga senin sudah ada kepastian apa yang dibantu oleh pusat," lanjut Sa’bani.
Sementara itu, General Mass Market Segment Sales Area Pamasuka Thomas Anda Siaga mengatakan Kartu Internet Merdeka Belajar merupakan salah satu solusi pemerataan akses pendidikan jarak jauh, terutama bagi masyarakat non-elit.
Dengan Kartu Internet Merdeka Belajar pelajar ini para pelajar akan dapat menikmati kemudahan akses ke sejumlah aplikasi belajar daring dan konferensi video yang ada di paket ilmupedia dan Conference dengan harga terjangkau, seperti Rumah Belajar, Zenius, Quipper, Cakap, Bahaso, Cambridge, Zoom, CloudX, UMeetMe, Microsoft Teams, Cisco Webex, Google Meet, Google Classroom, dan ratusan e-learning kampus/sekolah. "Kartu Internet Merdeka Belajar ini nantinya dapat dipergunakan dengan mengaktifkan paket kuota belajar 10 GB selama 30 hari," jelasnya. (jay/sul/adv)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved