Plt Ketua DPRD Samarinda Sebut Wabah Covid-19 Bikin Agenda Dewan Terganggu

Pandemi covid-19 atau Virus Corona di Kota Samarinda masih terus meningkat, terbukti berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Samarinda pada Minggu

Penulis: Muhammad Riduan | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HP
Plt Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah mengemukakan kegiatan di DPRD Samarinda terganggu akibat dampak pandemi covid-19. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pandemi covid-19 atau Virus Corona di Kota Samarinda masih terus meningkat, terbukti berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Samarinda pada Minggu (30/8/2020) jumlah kasus yang terkonfirmasi positif covid-19 berjumlah 886 kasus.

Kendati demikian, kondisi ini berdampak terhadap segala sektor, begitu pula di ranah legislatif di Kota Samarinda.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah mengemukakan, kegiatan di DPRD Samarinda terganggu.

"Ya terganggu, semisal pada hari ini ada rapat kegiatan alat kelengkapan DPRD samarinda, kegiatan pimpinan, komisi, lintas komisi, gabungan, badan kemormatan, panitia, dan lain lain.

Setiap agenda itu ada perjalanan dinas ke luar kota atau antar provinsi, nah sekarang sudah tidak menjadwalkan untuk kegiatan kunjungan lintas komisi maupun lintas DPRD ke luar kota," ucapnya saat diwawancarai TribunKaltim.co pada Senin (31/8/2020).

Ada beberapa hal yang melandasi tersebut, yaitu salah satunya karena memang belum ada pelaksanaan pembahasan anggaran perubahan.

Baca juga: BLT Pekerja Tahap 2 Kapan Cair? Ini Jadwal & Cara Cek Penerima, Langsung Rp 1,2 Juta Masuk Rekening

Baca juga: TERUNGKAP Motif Pembunuhan Bocah SMP di Deliserdang yang Mayatnya Terbungkus Karung Goni

"Ya pertama memang karena pembahasan perubahan belum kita laksanakan karena memang pembiayaan itu nanti dianggarkan di perubahan," ucapnya.

"Yang kedua ada beberapa daerah yang belum menerima tamu dari luar," tuturnya.

Disinggung terkait kehadiran anggota dewan sendiri dalam pertemuan-pertemuan apaka juga ada pengaruh akibat wabah virus yang bermula dari Wuhan tersebut.

"Kalaunya kehadiran anggota nggak ada pengaruh, karena sifatnya kan kita bekerja sesuai dengan tupoksinya masing-masing. Tapi sifatnya kegiatan paripurna, mereka bisa mengikuti secara virtual," ucapnya mengakhiri pembicaraan. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved