Breaking News:

Untuk Perbaikan Gizi Masyarakat Balikpapan, Pemkot Perlu Anggarkan Dana Operasional Posyandu

Pemahaman tentang makanan bergizi sangat penting bagi masyarakat Kota Balikpapan. Perbaikan gizi penting untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM)

Editor: Sumarsono
siti zubaidah/tribun kaltim
Talkshow bersama Dokter Spesialis Gizi Martin Ayuningtyas, SpGK, MKes dalam Tribun on Focus dengan tema ‘Perbaikan Gizi sebagai Upaya Tingkatkan Kualitas SDM Masyarakat Balikpapan’. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Pemahaman tentang makanan bergizi sangat penting bagi masyarakat Kota Balikpapan. Perbaikan gizi penting untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) masyarakat Kota Balikpapan.

“Masyarakat yang sehat dan cerdas akan mempercepat kemajuan kota tersebut. Bicara gizi bukan masalah kekurangan nutrisi, tapi juga kelebihan nutrisi. Kekurangan tidak baik, kelebihan juga tidak baik,” ujar Dokter Spesialis Gizi Martin Ayuningtyas, SpGK, MKes dalam Tribun on Focus dengan tema ‘Perbaikan Gizi sebagai Upaya Tingkatkan Kualitas SDM Masyarakat Balikpapan’, Senin (32/8/2020)

Dokter Martin Ayu mengatakan, perbaikan gizi itu kaitannya dengan SDM masyarakat Balikpapan. “Kalau kekurangan gizi, gampang sakit apalagi dimasa pandemi Covid-19 ini. Under (kekurangan) nutrisi itu biasanya kaitannya dengan penyakit infeksi, sedangkan kalau over (kelebihan) nutrisi juga berkaitan dengan penyakit, seperti gula, kolesterol dan lainnya,” tuturnya.

Deklarasi Pasangan Calon Walikota Balikpapan,  Rahmad Masud Target Kemenangan di Atas 80 Persen

Wawali Rahmad Masud Sebut Letak Geografis Balikpapan Diuntungkan karena Berhadapan Selat Makassar

Diskusi soal Pendidikan di Balikpapan, Rahmad Masud: Gaji Guru Honorer tak Boleh di Bawah Rp 5 Juta

Baik under maupun over nutrisi lanjut dokter spesialis RSUD Kanujoso DJatiwbowo ini,  berkaitan angka kesakitan, kalau orang yang sakit bagaimana kualitasnya, pastinya tidak baik.

Sebaliknya, kalau sehat kualitasnya baik, tujuannya menjadikan masyarakat Balikpapan dengan gizi yang sehat dan baik maka masyarakat tidak akan sakit.

Dia pun menyebutkan, ada beberapa hal yang harus diperlukan dan itu tidak sulit jika semua bekerjasama. Di Balikpapan ini merupakan kota yang maju.

“Selama sama praktik di Balikpapan ada kedua hal ini yang ditemui, yang kurang gizi ternyata tidak sedikit, dan yang kelebihan gizi pun lebih banyak,” ungkapnya.

Peran Pemerintah Kota Balikpapan pun sangat diperlukan, mulai Posyandu dan Puskesmas. Karena tidak semua masyarakat care atau peduli dengan gizi dan kesehatan masing-masing. Rata-rata orang tidak tahu apakah dia kelebihan gizi atau kekurangan.

“Di Balikpapan dulu ada program CGH (clean, green, health) itu sangat  baik.  Menyarankan untuk bergerak dan di semua RT dan saat ini dimasukkan program perbaikan gizi. Harapannya kegiatan seperti itu harus digerakkan lagi,” ujar dokter Martin Ayuningtyas.

Dijelaskan kembali, ada tiga hal yang menyebabkan under nutrisi. Pertama, penyakit bawaan yang menyebabkan seseorang under nutrisi (kekurangan nutrisi) harus ditangani dan dioptimalkan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved