Breaking News:

Beredar di Medsos, Razia Protokol Kesehatan Serentak, Kepala Satpol PP Tarakan Sebut Kabar Hoax

Kepala Satpol PP Kota Tarakan, Hanip Mastika mengaku tak menerima surat resmi terkait razia protokol kesehatan yang dilakukan serentak di Indonesia, R

TRIBUNKALTIM.CO/RISNAWATI
Patroli rutin yang dilakukan Satpol PP Tarakan bersama TNI-Polri terkait ketaatan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan di adaptasi kehidupan baru. 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN- Kepala Satpol PP Kota Tarakan, Hanip Mastika mengaku tak menerima surat resmi terkait razia protokol kesehatan yang dilakukan serentak di Indonesia, Rabu (2/9/2020)

"Itu kalau tidak salah, saya pernah baca juga yang di medsos itu kan, kemungkinan itu hoax," ujar dia.

Jangankan melakukan razia serentak, sedangkan Perwali terkait sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan saja, kata dia, masih diajukan ke Gubernur Kalimantan Utara.

"Kalau razia memang rutin kami laksanakan, tapi kalau menurut berita yang seluruh Indonesia itu saya kira nggak benar berita itu.

Saya juga pernah baca berita begitu beberapa bulan lalu itu dan sekarang timbul lagi. Mungkin perlu dicek dulu kebenarannya," katanya.

"Saya menganggap Tarakan ini belum ada secara resmi untuk razia hari ini di seluruh Indonesia," tuturnya.

Namun berkaitan dengan Perwali yang sedang dikoordinasikan, ia rutin menyosialisasikannya kepada warga Kota Tarakan bersama TNI-Polri baik pada malam hari, maupun di waktu-waktu tertentu.

Baca juga: PNS Kerja di Rumah Dapat Uang Pulsa Hingga Rp 400 Ribu per Bulan, Menkeu Sudah Tanda Tangan

Baca juga: Tekan Emisi Gas Buang, Premium dan Pertalite Bakal Dihapus, Pertamina Tawarkan BBM Ramah Lingkungan

"Sasarannya seperti PSBB kemarin, karena kalau malam minggu itu kan banyak di cafe-cafe itu anak sekolah.

Kemarin saya sampaikan juga waktu ada HUT SMP Negeri 1 Tarakan itu, kebetulan juga ada Dinas Pendidikan, saya sampaikan juga kepada guru-guru, kepada anak-anaknya yang tidak berkeperluan, jangan sampai berkumpul malam hari sampai jam 12, jam 1 (dini hari)," ucapnya.

Menurut pengamatannya selama PSBB lalu, yang banyak kumpul di cafe-cafe, rata-rata semua pelajar terutama pada malam hari bahkan sampai dini hari.

"Kalau bisa dihindarilah itu kan, nggak pakai masker, nggak jaga jarak, semaunya aja, ini kan bisa menimbulkan kerawanan covid-19," ucapnya. (*)

Penulis: Risnawati
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved