Breaking News:

Berita Pemkab Kutai Barat

Resmikan PKTD di Melak, Bupati Sebut Telah Menaikkan Dana Kampung dan Membangun dari Pinggiran

dinaikkan anggaran Alokasi Dana Kampung (ADK) yang semula Rp 150 juta menjadi rata-rata paling kecil Rp 800 juta."

HUMASKAB KUBAR
RESMIKAN - Bupati Kutai Barat FX Yapan menggunting pita tanda peresmian program Padat Karya Tunai Desa (PKTD) Dana Desa, APBN, di empat kampung di Kecamatan Melak, Selasa (1/9/2020). Empat kampung tersebut adalah Kampung Empakuq, Muara Bunyut, Empas dan Kampung Muara Benangaq. 

SENDAWAR - Petinggi merupakan perpapanjangan tangan dari Bupati. Itu sebabnya di dalam membangun, petinggi harus memiliki data karena dengan data yang akurat petinggi bisa mengusulkan apa yang menjadi prioritas dibangun di kampung tersebut.

Hal tersebut dikatakan Bupati FX Yapan Sh saat peresmian Padat Karya Tunai Desa (PKTD) Dana Desa, APBN, di empat Kampung Empakuq, Muara Bunyut, Empas dan Kampung Muara Benangaq Di Wilayah Kecamatan Melak, Selasa (1/9).

Lebih lanjut Bupati FX Yapan SH menuturkan, sejak dilantik menjadi Bupati dirinya bersama Wakil Bupati H Edyanto Arkan SE telah merumuskan program pembangunan di Kubar yang prioritas dan super-prioritas.

“Dimasa kepemimpinan kami pembangunan dimulai dari pinggiran, selain itu pula untuk memeratakan pembangunan Dana Desa di tingkat kampung,” ujar Bupati.

Turut hadir Wakil Bupati H Edyanto Arkan SE, Ketua DPRD dan Anggota, Asisten I, Asisten II, serta para Kepala PD di lingkungan Pemkab Kubar dan Plt Camat Melak, serta perwakilan manajemen perusahaan di Kecamatan Melak.

Tidak mungkin semua pembangunan di kampung-kampung bisa dijangkau langsung oleh pemkab. “Karena itu Pemkab Kubar dimasa kepemimpinan saya, dinaikkan anggaran Alokasi Dana Kampung (ADK) yang semula Rp 150 juta menjadi rata-rata paling kecil Rp 800 juta."

"Bahkan untuk kampung penduduknya banyak mencapai Rp 1 miliar setiap kampung, ditambah lagi Dana Desa. Dana tersebut tentu untuk percepatan pembangunan, dan diatur/kelola oleh kampung itu sendiri secara transparan, terbuka dengan masyarakat. Sehingga apa yang menjadi kebutuhan di kampung tersebut yang diutamakan,” beber Bupati.

Merujuk pada sinergitas pembangunan yang dimaksud, lanjut Bupati Yapan, pada masa pemerintahannya bersama Wabup Edyanto Arkan, turut merancang pembangunan di 190 Kampung dengan menaikkan Anggaran Dasar Kampung dan gaji aparaturnya karena aparat kampung merupakan kepanjangan tangan dari pemkab.

“Jadi tidak ada alasan kepala kampung tidak semangat dalam membangun kampung. Untuk mengurus kampung perlu diberi semangat yakni dengan dinaikkan honor. Namun walaupun sudah menaikkan honor, masih ada kepala kampung yang belum semangat,” kata Bupati.

Selain itu, bagaimana membangun dikampung jika tidak memiliki data. “Jika tidak ada data, ibarat kita berjalan di dalam gelap. Sekali lagi, petinggi jangan berjalan dalam gelap. Ke depan seluruh kepala kampung harus mengubah pola dan sistem kerja, karena kita harus tahu apa yang diperlukan. Bagaimana bisa mengusulkan jika tidak memiliki data,” jelas Bupati.

Pada kesempatan tersebut Bupati juga mengingatkan, dalam pembangunan tentu membutuhkan proses yang panjang dan dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali.

“Besar harapan saya selaku kepala daerah, ragam pembangunan yang dilaksanakan ini dapat memberikan dampak yang positif bagi seluruh masyarakat, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Selain itu, saya berpesan agar bersama kita menjaga fasilitas publik ini sesuai dengan fungsi dan kegunaannya, serta pemakaiannya dengan penuh tanggung jawab,” tambahnya.(adv/hms10/naw)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved