Breaking News:

Berita Pemprov Kalimantan Timur

Upaya Tingkatkan PAD, Dewan Minta Bapenda Maksimalkan Keberadaan PPI di Kaltim

Pertemuan tersebut dihadiri Bapenda Kaltim, Biro Hukum Pemprov Kaltim, Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltim dan lainnya.

HUMAS DPRD KALTIM
RAPAT KERJA - Komisi II DPRD Kaltim melakukan rapat kerja bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) di Kantor DPRD Provinsi Kaltim, Selasa (1/9/2020). 

SAMARINDA - Rapat Kerja yang dilakukan oleh Komisi II bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) di Kantor DPRD Provinsi Kaltim membahas tiga topik sekaligus mengenai Raperda tentang retribusi jasa umum, retribusi jasa usaha, dan retribusi perizinan tertentu, Selasa (01/9).

Pertemuan tersebut dihadiri Bapenda Kaltim, Biro Hukum Pemprov Kaltim, Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltim dan lainnya.

Ketua Komisi II DPRD Kaltim Veridiana Huraq Wang mengatakan, dalam rangka memaksimalisasi pemenuhan kebutuhan perikanan terlebih menyambut Kaltim ibu kota negara sekaligus memaksimalkan potensi pendapatan daerah dan mengurangi ketergantungan pada sektor pertambangan, maka dinilai perlu memaksimalisasi potensi pengelolaan dan pendistribusian hasil laut Kaltim.

Agar hal tersebut terwujud, maka dinilai perlu untuk memaksimalkan keberadaan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) di seluruh kabupaten/kota. Hal ini dimaksudkan selain untuk meningkatkan pendapatan daerah juga meningkatkan perekonomian rakyat.

Terdapat enam PPI di Kaltim yakni PPI Sambaliung, PPI Sangatta, PPI Tanjung Limau, PPI Selili, PPI Manggar Baru, dan PPI Api-Api. Mayoritas kondisinya belum maksimal sebab selain kurang fasilitas juga bangunan yang lama.
Pasalnya, pembangunan PPI menjadi lebih baik tidak hanya berdampak pada perikanan saja melainkan saja melainkan hingga pariwisata.

”Pedagang-pedagang yang sampai ke rumah warga juga tumbuh subur," jelas Veridiana yang didampingi Bagus Susetyo, Sutomo Jabir, Safuad, Syahrun HS, dan Ali Hamdi.

Komisi II, dikatakan Politisi PDIP itu, akan memperjuangkan agar masuk dalam program prioritas pembangunan sehingga PPI mampu menjadi motor penggerak perekonomian para nelayan dan masyarakat sekitar.

Hal serupa diutarakan Anggota Komisi II DPRD Kaltim Ismail yang mengaku sepakat untuk optimalisasi PPI yang di dalamnya terdapat kios -kios kuliner yang perlu dikelola secara maksimal, termasuk rehab sejumlah fasilitas lainnya.

“Kalau semua itu dapat dilakukan, diharapkan potensi pendapatan dari sana bisa maksimal pula. Kios kuliner di PPI menjadi wisata bagi masyarakat yang ingin menikmati potensi hasil laut. Di salah satu PPI bisa 400 sampai 500 orang berkunjung tiap minggunya terlebih di hari libur. PPI Sangatta atau Kenyamukan. Memang usulan total Rp 30 miliar di masa pandemi masih cukup besar, walau saya yakin multiplier effect-nya besar,” katanya.(adv/hms4/*1)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved