Breaking News:

Bupati Kukar Edi Damansyah Sebar Benih Lele di Kolam Bioflok di Pesantren Ibnu Karim, Ini Harapannya

Sebanyak 28 ribu bibit ikan lele disebar Bupati Kukar Edi Damansyah bersama Kepala DKP Dadang Supriatman dan Kepala Balai Perikanan Budidaya Air Tawar

HO/Prokom Humas Setkab Kukar
Bupati Kukar Edi Damansyah saat menebar benih ikan lele. 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Sebanyak 28 ribu bibit ikan lele disebar Bupati Kukar Edi Damansyah bersama Kepala DKP Dadang S Supriatman dan Kepala Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Mandiangin Andy Artha Donny Oktopura di Kolam ikan Bioflok Pondok Pesantren Ibnu Karim, Desa Perjiwa, Kecamatan Tenggarong Seberang, Senin (7/9/2020).

Selain itu, juga digelar acara serah terima bantuan kolam bioflok dan pakan ikan sebanyak dua ton dari paket sarpras budidaya ikan sistem bioflok dari Kementerian Kelautan dan Perikanan ( KKP), Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Mandiangin.

Bupati Kukar Edi Damansyah sangat berterimakasih atas kepercayaan KKP RI kepada Kutai Kartanegara untuk mengelola kolam bioflok budidaya Ikan Lele di 6 titik, salah satunya di Pondok Pesantren Ibnu Karim.

Pengembangan budidaya ikan lele dengan sistem Bioflok sangat pas dilakukan di pondok pesantren. Sehingga pondok bukan hanya mengaji saja, tetapi menjadi pondok moderen yang mempelajari banyak hal.

Baca juga; LENGKAP Profil atau Biodata Isabella Guzman yang Tega Bunuh Ibu Sendiri Lalu Tersenyum dan Alasannya

Baca juga; Balita 2 Bulan Terpapar Covid-19, Dinkes Minta Rumah Sakit di Balikpapan Siapkan Ruang Khusus Bayi

"Selain memperdalam ilmu agama, program seperti ini sangat bermanfaat bagi para santri untuk menumbuhkan jiwa enterpreneur selama menuntut ilmu di pondok dan akan terpakai usai mengenyam pendidikan di pondok pesantren," ungkapnya.

Edi berharap nantinya sektor pertanian yang merupakan andalan bagi Kutai Kartanegara yang termasuk didalamnya sektor perikanan mendapat dukungan dana alokasi khusus dari KKP RI dan Kukar bisa menjadi fokus pada program nasional sehingga bisa di sinergikan dengan prioritas program di Kutai Kartanegara.

Menurut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Dadang S Supriatman, kolam bioflok terbuat dari bahan terpal dengan bentuk bulat dan terdapat pipa-pipa untuk mengalirkan sirkulasi air.

Ia juga mengatakan bahwa sistem bioflok bisa diterapkan di lahan yang tidak terlalu luas dengan hasil panen yang lebih banyak, dibandingkan dengan cara konvensional.

"Di sekitar kolam juga bisa ditanami sayur-sayuran, sehingga lahan bisa multifungsi," jelas Dadang.(*)

Penulis: Aris Joni
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved