Breaking News:

Ini Alasan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa Beri Sanksi kepada Faida Bupati Jember

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bertindak tegas terhadap bawahannya yang tidak disiplin menjalankan tugas. Seperti yang diberikan kepada

Editor: Mathias Masan Ola
(Dok. Pemprov Jatim)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa 

TRIBUNKALTIM.CO - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bertindak tegas terhadap bawahannya yang tidak disiplin menjalankan tugas. Seperti yang diberikan kepada Bupati Jember Faida.

Khofifah menjelaskan alasan pemberian sanksi administrasi kepada Bupati Jember Faida. Khofifah mengatakan, sanksi diberikan karena Faida terlambat memproses pembentukan Raperda Kabupaten Jember tentang APBD Jember Tahun Anggaran 2020.

"Sanksi itu untuk kepala daerah yang terlambat menyampaikan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara ( KUA PPAS )," kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (8/9/2020).

Khofifah mengatakan, sanksi serupa akan diberikan kepada seluruh kepala daerah yang melanggar. "Karena memang regulasinya demikian," kata Khofifah.

Baca juga; Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa Stop Hak Keuangan Bupati Jember Selama 6 Bulan

Baca juga; Chat Mesra di WhatsApp, Bongkar Dugaan Skandal Sekda Bondowoso dan ASN, Khofifah Ambil Tindakan

Sanksi administrasi yang dijatuhkan Khofifah itu membuat Faida tak menerima gaji dan tunjangan selama enam bulan. Keputusan Khofifah tertuang dalam surat nomor 700/1713/060/2020 tentang penjatuhan sanksi administratif kepada Bupati Jember.

Keputusan tersebut ditandatangani di Surabaya pada 2 September 2020. Hak-hak keuangan keuangan yang tidak dibayarkan kepada Bupati Faida meliputi gaji pokok, dan tunjangan jabatan.

Lalu, tunjangan lainnya seperti honorarium, biaya penunjang operasional, dan hak-hak keuangan lainnya sesuai peraturan perundang-undangan.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Jember Ahmad Halim mengatakan, masyarakat mengetahui siapa yang salah dalam konflik antara DPRD dan Bupati Faida itu. "Sehingga warga tidak berpolemik siapa yang salah dan siapa yang benar," kata Ahmad di Ruang Banmus DPRD Jember, Selasa.

Baca juga; NEWS VIDEO Alfred Riedl Meninggal Dunia karena Sakit Kanker

Sebelumnya, pembahasan APBD Jember tertunda karena rekomendasi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian terkait struktur organisasi dan tata kerja ( SOTK) Jember belum ditindaklanjuti Bupati Faida.

DPRD Jember tidak berani membahas karena perintah Mendagri belum ditunaikan Bupati Jember. Tim dari Pemprov Jawa Timur melalui inspektorat juga datang ke Jember untuk mencari solusi permasalahan APBD Jember pada 25 Juni 2020.

Namun, pertemuan tersebut juga tidak membuahkan solusi. Akhirnya, inspektorat menyerahkan masalah itu kepada Kemendagri.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penjelasan Khofifah Terkait Sanksi untuk Bupati Jember"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved