Virus Corona

Honor Tenaga Profesional Penanganan Covid-19 di Jakarta, Pemprov Beri Sampai Rp 15 Juta per Bulan

Besaran honor tenaga profesional penanganan covid-19 di Jakarta, Pemprov DKI Jakarta berikan Rp 15 sampai Rp 4,2 juta per bulan

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO
ILUSTRASI APD - Petugas penanganan covid-19 menggunakan APD di Balikpapan Kalimantan Timur. Besaran honor tenaga profesional penanganan covid-19 di Jakarta, Pemprov DKI Jakarta berikan Rp 15 sampai Rp 4,2 juta per bulan. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Besaran honor tenaga profesional penanganan covid-19 di Jakarta, Pemprov DKI Jakarta berikan Rp 15 sampai Rp 4,2 juta per bulan.

Sebanyak 1.174 peserta lolos sebagai tenaga karyawan profesional kesehatan penanganan Corona atau covid-19 yang direkrut Pemprov DKI Jakarta.

Dari ribuan peserta yang lolos, 655 peserta telah mendaftar ulang. Sisanya 519 orang masih berada di daerahnya masing-masing.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti, mengatakan, pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran untuk pembayaran honor mereka sebagai tenaga profesional dalam menangani wabah covid-19.

Baca Juga: Pembatasan Aktivitas Jam Malam Lantaran Pandemi Covid-19, Begini Tanggapan PHRI Samarinda

Baca Juga: Bangun Ibu Kota Negara, Penajam Paser Utara Strategis, Jadi Bahan Penelitian Universitas Pertahanan

Baca Juga: Kapal Ferry yang Tenggelam di Kutai Timur Ditarik Pemilik Kapal, Satu ABK Masih dalam Pencarian

Besarannya, kata dia, sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Nomor HK.01.07/Menkes/392/2020 tentang Pemberian Insentif dan Santunan Kematian bagi Tenaga Kesehatan yang Menangani Corona Virus Disease 019 ( covid-19 ).

“Semua tenaga profesional akan dibayarkan melalui APBD (anggaran pendaptan dan belanja daerah) sesuai KMK 392/2020,” kata Widyastuti saat memberikan sambutan seperti dikutip dari akun YouTube Dinas Kesehatan DKI Jakarta pada Selasa (8/9/2020).

Widyastuti mengatakan, nilai honor yang diperoleh beragam tergantung tugas yang diemban.

Misalnya untuk dokter spesialis mendapatkan insentif sebesar Rp 15 juta per bulan, dokter umum Rp 10 juta per bulan.

Perawat Rp 7,5 juta per bulan, tenaga penunjang Rp 5 juta per bulan dan penunjang lainnya Rp 4,2 juta per bulan.

Mereka mulai bertugas sejak penandatanganan surat perintah kerja (SPK) terhitung pada Selasa (8/9/2020).

Adapun kontrak mereka berlangsung sampai Desember 2020 mendatang, dan bisa diperpanjang sesuai kebutuhan.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved