Breaking News:

Berita DPRD Kalimantan Timur

Kasus Meningkat, Dewan Nilai Sosialisasi Pencegahan Penyebaran Covid-19 Perlu Lebih Dioptimalkan

Mereka membahas permasalahan penanganan pasien covid 19 dan non covid-19, sekaligus evaluasi penanganannya.

HUMAS DPRD KALTIM
RDP KOMISI IV - Suasana rapat dengar pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Kaltim bersama Kadis Kesehatan Kaltim dan Direktur RSUD AWS serta jajaran dari Dinas Kesehatan Kaltim, Selasa (8/9). 

SAMARINDA- Komisi IV DPRD Kaltim menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kaltim dan Direktur RSUD AWS serta jajaran dari Dinas Kesehatan Kaltim, di ruang rapat gedung E lantai 1, Selasa (8/9/2020).

Mereka membahas permasalahan penanganan pasien covid 19 dan non covid-19, sekaligus evaluasi penanganannya.

Pemimpin rapat Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim Salehuddin, didampingi Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Rusman Ya'qub dan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Ely Hartati Rasyid serta Anggota Komisi IV diataranya Fitri Maisyaroh, Puji Setyowati dan Jawad Sirajuddin.

Salehuddin mengatakan, kasus yang terkonfirmasi positif covid-19 di Kaltim sampai saat ini cukup tinggi. Saat ini angka pasien positif melampaui angka nasional 60% dan Indonesia menduduki urutan ke-3 dalam urutan kasus terbanyak positif covid-19.

"Saya meminta agar Gugus Tugas memberikan laporan penangan terkait covid-19 dan mencari solusi apa yang bakal kita lakukan," ujar Salehuddin.

Menjawab hal tersebut, Padilah Mante Runa selaku Kadis Kesehatan Kaltim mengatakan, mengenai jumlah kasus terkonfirmasi positif di Kaltim disebabkan karena alat penanganan yang dimiliki terbatas sehingga membuat kesulitan untuk melakukan pencarian pasien. Dari hasil survei yang dilakukan Dinkes, jumlah orang yang terpapar positif covid-19 meningkat.

"Jumlah pasien yang terkonfirmasi positif covid-19 per 7 september sebanyak 444 orang, untuk pasien yang suspect covid-19 atau belum terdiagnosa sebanyak 531 orang," bebernya.

Selanjutnya, Rusman Ya'qub mengatakan ketidakpatuhan publik terhadap protokol kesehatan menjadi penyumbang pasien yang terkonfirmasi positif covid-19. "Kami sebagai dewan ingin membantu sekali dalam penanganan pemutusan mata rantai penyebaran covid-19," kata Rusman Ya'qub.

Salehuddin mengharapkan, agar proses penanganan covid19 di Kaltim harus dimaksimalkan mengingat Kaltim memiliki 10 kabupaten/kota yang perlu penangan secara serius.

"Saya harap, koordinasi yang dilakukan harus maksimal serta edukasi dan sosialisasi menjadi hal yang penting dalam pemutusan mata rantai penyebaran covid-19," ujarnya.(adv/hms8/*1)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved