Breaking News:

Berita Pemkab Kutai Barat

Tiga Pasien Covid-19 di Kutai Barat Sembuh dan Dua Positif

Data perkembangan Covid-19 Kubar, Selasa (08/09) pukul 16.00 WITA, suspek 269 orang, probable 3 orang, konfirmasi positif 93 pasien

HUMASKAB KUBAR
CORONA DI KUBAR - Tim gugus tugas melalui Sekda Ayonius kembali menginformasikan perkembangan kasus pandemi covid-19 di wilayah Kabupaten Kutai Barat, didampingi Forkopimda, bertempat di Media Center Covid-19, Rumah Dinas Bupati kubar. 

SENDAWAR- Tim gugus tugas melalui Sekda Ayonius kembali menginformasikan perkembangan kasus pandemi covid-19 di wilayah Kabupaten Kutai Barat, didampingi Forkopimda, bertempat di Media Center Covid-19, Rumah Dinas Bupati kubar.

Data perkembangan Covid-19 Kubar, Selasa (08/09) pukul 16.00 WITA, suspek 269 orang, probable 3 orang, konfirmasi positif 93 pasien, kematian 2 orang, kontak erat 778 orang, kasus konfirmasi yang dirawat di RS Pratama 6 pasien, isolasi mandiri 2 pasien), kasus yang diambil spesimen 1.200, Pelaku perjalanan 41.359 orang, dan Kasus discarded 573.

Lanjut sekda, hari ini adanya penambahan dua terkonfirmasi positif yaitu KBR 92 perempuan 36 tahun dengan status suspek merupakan tenaga medis yang saat ini masih melakukan isolasi mandiri, berasal dari Kecamatan barong Tongkok, dan KBR 93 laki-laki 46 tahun dengan status asimptomatik berasal dari Kecamatan Jempang.

Untuk pasien sembuh 3 orang, yaitu KBR 84 laki laki umur 25 tahun merupakan tenaga medis dengan status asimptomatis telah melakukan isolasi mandiri sejak tanggal 29 Agustus – 8 September 2020 berasal dari Bongan, KBR 85 laki laki umur 33 tahun merupakan status asimptomatik yang dirawat di RS Pratama sejak 29 Agustus- 8 September 2020 berasal dari Barong Tongkok, dan KBR 86 laki laki umur 32 tahun merupakan status asimptomatik telah melakukan isolasi mandiri sejak 30 Agustus-September 2020 berasal dari Muara Lawa.

Dinformasikan, kasus probable yang meninggal dunia di ruang isolasi UGD HIS dengan riwayat, pada 7 September pasien dirujuk dari Puskesmas Blusuh dengan kesadaran menurun. Sehari sebelumnya, pasien mangalami sesak dan demam. Pasien tidak ada riwayat perjalanan, tetapi dalam satu rumah keluarganya ada yang melakukan perjalanan dari Samarinda satu minggu yang lalu.

Hasil pemeriksaan menunjukkan pneumonia dengan sesak, demam, dan leukositosis, hasil pemeriksaan rapid test IgG dan IgM keduanya reaktif, pasien dirawat di ruang isolasi IGD dan menunggu hasil swab PCR, tanggal 8 September pukul 04.20 WITA subuh dinyatakan meninggal. Hari ini hasil swab PCR keluar dengan hasil negatif, dan pasien dibawa pulang dan diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Tim gugus terus mengingatkan bahwa upaya pencegahan dan penularan pemutusan mata rantai penularan covid-19 memerlukan partisipasi dan peran semua pihak.

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus malakukan pencegahan dan pemutusan mata rantai covid-19 dengan menjaga kesehatan dan tingkatkan daya tahan tubuh, rajin mencuci tangan, memakai masker bila bepergian, dan tetap jaga jarak serta hindari kerumunan,” ujar Sekda Ayonius.(adv/hms36/naw)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved