Breaking News:

Berita Pemkab Mahakam Ulu

Cegah Petani Ladang Berpindah, Bupati Mahulu Terapkan Teknologi Tepat Guna Bangun Pertanian

Pemkab Mahulu mengalokasikan ke Dinas Pertanian Rp 40 miliar untuk pertanian yang bersumber dari APBD setiap tahun.

HUMASKAB MAHULU
TANAM PADI - Bupati Mahakam Ulu Bonifasius Belawan Geh menanam padi di petak sawah. Ia ingin membangun pertanian dengan memasukkan teknologi tepat guna guna menacapai swasembada pangan sekaligus mencegah terjadinya petani ladang berpindah yang sudah membudaya di wilayah pedalaman Kaltim ini. 

UJOH BILANG - Merancang dan membangkitkan segenap potensi daerah mutlak dilakukan seluruh kepala daerah. Mengenal karakteristik daerah menjadi modal utama sebelum menentukan jenis kebijakan. Bonifasius Belawan Geh, Bupati Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, jeli melihat hal tersebut.

Sembari duduk santai di kediamannya yang terletak di Long Bagun, Mahulu, Selasa (8/9/2020) siang, Bonifasius Belawan Geh berdiskusi dengan sejumlah awak media. Dengan gaya khas murah senyum dan tenang bertutur, membuat suasana seperti dalam keluarga hangat.

Pria berpostur besar yang berada di akhir masa jabatan periode pertama sebagai kepala daerah ini bercerita banyak hal. Tentang apa saja yang telah, dan akan dilakukan selama memipin kabupaten baru tersebut. Termasuk rancangan dan rencana jika kembali terpilih menakhodai kabupaten yang menjadi DOB sejak 2012 tersebut.

“Ya adalah program yang masih akan kami lanjutkan dan tambahi,” tutur Boni, demikian pria ramah ini disapa.

Boni, akan melanjutkan infrastruktur fisik. Durasi kepemimpinan satu periode, dia nilai belum sepenuhnya optimal. Andai infrastruktur bejalan maka akses ekonomi dan sosial dapat tercapai. Infrastruktur memiliki subsektor yang luas: pendidikan, kesehatan, jembatan, perkantoran, jalan, rumah sakit.

Kata pria yang lahir di Mamahak Besar, 17 September 1966 ini juga sadar akan potensi yang dimiliki daerah yang ia kelola berupa sumberdaya alam pertanian. Padi dan kakao dari Mahulu kabarnya memiliki kualitas tinggi.
Sektor ketahanan pangan menjadi prioritas lainnya yang akan dieksekusi Boni. Alasan jelas, seluruh pekerjaan apapun butuh makan. Apalagi Mahulu dilengkapi modal alam dan manusia. “Walaupun dalam kondosisi tradisional,” ucapnya.

Mahulu ia targetkan mencapai swasembdaya pangan ke depan. Guna mewujudkan itu, variable pendukung lain seperti regulasi akan ia atur. Masih beririsan dengan sumberdaya alam, Boni juga akan mengenalkan lebih luas lagi pariwisata budaya di Mahulu. “Minimal ada pendapatan yang bisa masuk ke daerah dan sebagian bisa dikelola masyarakat,” harapnya.

Upaya membangun ketahanan pangan di masa pandemi Covid-19 memang wajib dilakukan semua daerah di Indonesia. Organisasi Pangan dan Pertanian atau Food and Agriculture Organization (FAO) memperingatkan akan terjadi kelangkaan dan darurat pangan di tengah pandemi.

Pembatasan sosial dan skema penguncian (lockdown) yang diterapkan di banyak negara akan memengaruhi produksi pertanian global. Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus mampu secara cepat mengantisipasi sinyal FAO ini untuk menjaga ketersediaan bahan pangan dan menyelamatkan petani lokal.

“Andai tak ada Covid-19, kami telah rancang dan buat masterplan pertanian Mahulu. Apa yang menjadi kewajiban pemerintah dan masyarakat kampung,” tuturnya.

Sejauh ini upaya mendukung pertanian lokal telah dilakukan pemerintah Mahulu dengan menyebarkan bantuan benih, pupuk, bibit, dan akses jalan pertanian. Strategi lain yang tengah digagas Boni ialah menetapkan para petani di satu lahan kawasan khusus.

“Konsep pertanian ke depan adalah ladang menetap. Ladang identik dengan berpindah dan pertanian lahan kering. Kami membuka lahan, dan petani menanam padi satu tempat saja, lahannya sebelumnya dibersihkan, dibajak, dipupuk, selalu produktif. Kenapa petani selalu pindah karena mereka cari lahan yang subur, namun ketika ditanam dua tahun terjadi penurunan produksi, tumbuh gulma rumput, susah mereka bersihkan akhirnya berpindah-pindah,” urai Boni.

Kata Boni, ke depan tak ada lagi pembukaan lahan baru. Di samping itu sektor pertanian akan dikolaborasikan dengan sentuhan teknologi yang tepat dan ekonomis.

“Kan bisa dihitung berdasarkan jumlah penduduk dan berapa kebutuhan konsumsi yang ada di Mahulu. Ke depan kami target Mahulu swasembada pangan,” kata Boni yakin seraya menyebut bahwa Pemkab Mahulu mengalokasikan ke Dinas Pertanian Rp 40 miliar untuk pertanian yang bersumber dari APBD setiap tahun. (adv/naw)

Tags
padi sawah
Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved