Breaking News:

Pelaku UMKM Balikpapan Turut Rasakan Dampak PSBB Jakarta

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kembali diberlakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, periode 14-24 September.

TRIBUNKALTIM.CO/HERIANI
Rina Ahdalina, pemilik usaha dengan nama dagang Karina Bakery and Cookies di Balikpapan yang pasarnya sudah mencapai Jakarta, terkena dampak PSBB, Senin (14/9/2020) 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kembali diberlakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, periode 14-24 September.

Hal ini sesuai pada Pergub Nomor 88 Tahun 2020 terkait perubahan Pergub Nomor 33 Tahun 2020 tentang PSBB.

Penerapan PSBB total kembali dilakukan karena kasus positif covid-19 selama 12 hari pertama bulan September terus meningkat. Dengan kebijakan ini, diharapkan dapat mengendalikan penambahan kasus covid-19 di ibu kota.

Adanya kebijakan baru ini, rupanya sudah dirasakan pelaku usaha kecil, mikro dan menengah (UMKM) di kota Balikpapan, yakni Rina Ahdalina.

Baca Juga: Terbaru, Jokowi Sorot Fatality Rate Covid-19 di 4 Provinsi Ini, Jakarta yang PSBB Total Tak Termasuk

Baca Juga: Suara Pedagang Kaki Lima Kala Jakarta PSBB, Keluhkan akan Lebih Parah Lagi

Rina adalah pemilik usaha dengan nama dagang Karina Bakery and Cookies yang telah memasok empat pusat perbelanjaan di Jakarta.

Memasok di 4 mall besar ibu kota, sudah dilakoni Rina sejak Oktober 2019. Ia memasok kue kering dan roti maryam frozen.

Membuka cabang di Jakarta, diakui Rina agar mobilitas barang jauh lebih mudah.
Dengan PSBB lanjutan ini, akan berdampak pada usahanya.

"Saat diberlakukan PSBB pertama kali pada awal Maret lalu saja, kami yang punya usaha consignment aneka kue kering dan snack di empat swalayan modern sangat merasakan lambatnya perputaran barang yang laku," ujarnya, Senin (14/9/2020).

Halaman
12
Penulis: Heriani AM
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved