Breaking News:

Belanja di Mal e-Walk Pantacity Bisa Dapat Voucher Langsung, Kiat Bertahan di Tengah Pandemi

Tak dapat dipungkiri, angka pengunjung maupun omzet penjualan tenant di pusat perbelanjaan modern cenderung turun seiring masa pandemi Virus Corona (

TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Suasana pengunjung di e-Walk Balikpapan Super Block. Selama pandemi covid-19 dan pemberlakuan jam malam, jumlah pengunjung menurun drastis. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Tak dapat dipungkiri, angka pengunjung maupun omzet penjualan tenant di pusat perbelanjaan modern cenderung turun seiring masa pandemi Virus Corona ( covid-19 ) yang tak kunjung usai.

Sejumlah tenant khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memilih hengkang lantaran minimnya pendapatan di kala pandemi.

Di sisi lain, anchor brand besar tetap bertahan meski sempat menutup outletnya, termasuk di e-Walk Balikpapan Super Block (BSB).

Penurunan omzet cukup drastis dan tak dapat dihindari, mengakibatkan banyak tenant terpaksa menutup gerai sembari menunggu kondisi kembali pulih seperti sedia kala.

"Pengunjung saat ini antara 30 hingga 35 persen dari normal. Kisarannya kalau weekdays masih 3 ribu hingga 4 ribu orang, di mana jika normal sebanyak 15 ribu hingga 20 ribu," ujar General Manager e-Walk Pentacity BSB, Yudhi Saharuddin, Selasa (15/9/2020).

Penurunan pendapatan juga terjadi akibat adanya pembatasan jam operasional yang dilakukan.

Baca juga: Bakal Calon Rahmad Masud di Pilkada Balikpapan Melawan Kotak Kosong, Sang Kakak Kandung Angkat Suara

Baca juga: Gubernur Sumut Izin Isolasi & Tutup Akses 1 Pulau Karena Covid-19, Luhut: Saya Akan Telepon Pak Edy!

Mal yang berdiri kokoh di kawasan pusat ekonomi ini ketika normal beroperasi mulai dari pukul 10.00 hingga 22.00. Sedang saat ini, jam buka mundur satu jam. Begitupun jam tutup yang dipercepat satu jam.

"Kondisi saat pendemi, parah. Pengunjung turun hingga 70 persen. Cash flow tenant juga menurun luar biasa," tambah Yudhi.

Menurunnya pendapatan mengakibatkan pengelola membuat terobosan-terobosan, salah satunya pemberian voucher tiap pembelian di tenant tertentu, khususnya tenant yang tetap beroperasi meski dalam masa sulit pandemi covid-19.

"Ada fenomena yang cukup baik, mungkin customer berkurang, tapi customer potensial tetap datang dan mereka berbelanja. Sehingga cukup membantu," ucapnya. (TribunKaltim.co/Heriani)

Penulis: Heriani AM
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved