Breaking News:

Satpol PP Balikpapan Bakal Gelar Simulasi Pembukaan Tempat Karaoke

Pembukaan bioskop menuju ke titik terang. Hal ini dilakukan setelah simulasi pembukaan bioskop dengan protokol pencegahan covid-19 yang digelar pengel

TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kota Balikpapan, Zulkifli bakal menggelar simulasi pembukaan tempat karaoke. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Pembukaan bioskop menuju ke titik terang. Hal ini dilakukan setelah simulasi pembukaan bioskop dengan protokol pencegahan covid-19 yang digelar pengelola XXI e-Walk Balikpapan Super Block, mengundang Tim Gugus Tugas setempat.

Lalu bagaimana dengan tempat hiburan lain seperti karaoke dan pub?

Menurut Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kota Balikpapan Zulkifli, pasca simulasi di bioskop, juga akan dilakukan simulasi di tempat karaoke.

"Setelah ini kita juga akan coba simulasi di tempat karaoke. Karaoke juga ditunggu-tunggu masyarakat," ujarnya, Selasa (15/9/2020).

Rencana ini dilatarbelakangi oleh pengajuan dari pihak pengelola karaoke kepada pemerintah kota.

Suratnya, lanjut Zulkifli, sudah diterima. Lengkap dengan rincian tata cara atau standar operasional prosedur (SOP) protokol kesehatan covid-19 yang akan dijalankan.

"Sudah ada suratnya sudah kita terima, bahkan mereka sudah merincikan juga SOP nya. Dalam waktu dekat akan simulasi juga," tuturnya.

Sedangkan untuk Tempat Hiburan Malam (THM) secara umum, belum ada kepastian. Pemerintah masih terus melakukan peninjauan.

"Masih evaluasi, kalau RO (reproduction number) kita sudah turun. Akan dilakukan simulasi juga," tambahnya.

Untuk diketahui, nilai RO atau R merajuk pada jumlah rata-rata satu orang yang terinfeksi dapat menularkan Virus Corona ke orang lain.

Baca juga: Bakal Calon Rahmad Masud di Pilkada Balikpapan Melawan Kotak Kosong, Sang Kakak Kandung Angkat Suara

Baca juga: Gubernur Sumut Izin Isolasi & Tutup Akses 1 Pulau Karena Covid-19, Luhut: Saya Akan Telepon Pak Edy!

Tempat hiburan memang paling tinggi risiko penularan. Untuk itu dari sisi protokol pengawasannya, Satpol PP berpegang teguh pada anjuran WHO, peraturan pemerintah pusat, serta Perwali Nomor 23 Tahun 2020.

Paling dasar adalah tetap tekankan memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan menghindari kerumunan. Jika nantinya memang sudah beroperasi, wajib hukumnya membentuk tim unit covid-19.

"Salah satunya saat masuk, ada petugas melakukan pengukuran suhu tubuh. Itukan tim protokol kesehatan sebenarnya. Bukan kita yang melakukan," ucapnya. (TribunKaltim.co/Heriani)

Penulis: Heriani AM
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved