Breaking News:

Soal Penggeledahan di Kantornya, Ketua KPU Penajam Paser Utara Minta Kejari Tunda Penyitaan Berkas

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) meminta dilakukan penundaan terkait dengan penyitaan berkas yang lain

TRIBUNKALTIM.CO/DIAN MULIA SARI
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Irwan Sahwana mengatakan, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan inspektorat KPU RI juga dengan Ketua KPU Provinsi Kaltim terkait adanya penggeledahan dari Kejari PPU. 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) meminta dilakukan penundaan terkait dengan penyitaan berkas yang lain.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Irwan Sahwana mengatakan, dengan adanya penggeledahan tersebut pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan inspektorat KPU RI juga dengan Ketua KPU Kaltim.

"Makanya beliau memutus Sekretaris KPU Kaltim hadir langsung dalam proses penggeledahan kemarin, di situ juga kita ada kesepakatan dengan Pak Kajari bahwa kita minta dilakukan penundaan yang berkaitan dengan penggeledahan berkas (kemarin, red) lainnya yang dibutukan," kata Irwan Sahwana, Selasa (15/9/2020).

Meskipun dalam penggeledahan oleh Kejari pada Senin (14/9/2020) kemarin itu sudah ada beberapa dokumen-dokumen yang telah dibawa oleh Kejari PPU. Tetapi secara hirarki pihaknya masih memiliki pimpinan yang lebih tinggi.

"Makanya kemarin itu malam saya juga diminta oleh Sekretaris KPU Provinsi langsung bersurat ke inspektorat KPU RI terkait minta advice (nasehat/petunjuk) ke inspektorat KPU RI kira-kira langkah kami ke depannya seperti apa," ujar dia.

Karena, ada beberapa dokumen yang diminta oleh pihak Kejari PPU seperti Buku Khas Umum (BKU) dan Bukti Pertanggungjawaban yang lainnya.

Baca juga: Bakal Calon Rahmad Masud di Pilkada Balikpapan Melawan Kotak Kosong, Sang Kakak Kandung Angkat Suara

Baca juga: Gubernur Sumut Izin Isolasi & Tutup Akses 1 Pulau Karena Covid-19, Luhut: Saya Akan Telepon Pak Edy!

Padahal, menurutnya, berdasarkan arahan oleh inspektorat KPU RI bahwa dokumen-dokumen itu belum bisa diberikan.

Irwan Sahwana mengatakan, saat penggeledahan kemarin di Kantor KPU PPU, sebenarnya Kejari PPU tidak ada niat untuk melakukan penggeledahan secara detail, walaupun semua berkas sempat dibongkar.

"Karena dianggap yang bersangkutan yaitu tersangka itu tidak kooperatif, berbelit-belit dalam penjelasannya, semua berkas yang ada di KPU sempat dibongkar, tapi tidak semua dibawa, karena kami kemarin minta waktu untuk ditunda," ucapnya. (TribunKaltim.co/Dian Mulia Sari)

Penulis: Dian Mulia Sari
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved